Survei CSIS: Rakyat Makin Anti dengan Partai

Survei CSIS: Rakyat Makin Anti dengan Partai
Senin, 13 Februari 2012 | 14:48 WIB
Sikap antipartai juga merugikan demokrasi di Indonesia secara keseluruhan.

Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja partai politik kian menurun. Hampir 50 persen responden dalam survei terbaru memutuskan untuk tidak memilih partai apa pun jika pemilu diadakan hari ini .

Hasil survei nasional yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di 23 provinsi Indonesia menunjukkan, pemilih secara umum kecewa terhadap semua partai politik dan cenderung bingung untuk mendukung partai mana.

Menurut hasil survei, sebanyak 48,4% responden menyatakan bahwa mereka tidak  memiliki pilihan dalam pemilu. Sisanya, hanya 12,6 persen memilih Partai Demokrat, 10,5 persen responden memilih Partai Golkar, dan 7,8 persen memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Survei tersebut menunjukkan, responden menganggap semua partai sama saja sehingga tidak ada altenatif pilihan partai yang menjanjikan.

"Sikap antipartai ini tidak hanya merugikan partai politik. Tapi juga demokrasi di Indonesia secara keseluruhan," ungkap Sunny Tanuwidjadja, peneliti dari Departemen Politik dan Hubungan Intenasional CSIS, hari ini.

Berbeda dengan hasil survei lain yang ada sebelumnya, survei CSIS  menunjukkan hanya sedikit suara responden yang kecewa dengan Demokrat. Lalu, memilih beralih ke partai oposisi atau partai koalisi yang secara konsisten mengkritisi pemerintah dan masalah korupsi Partai Demokrat. 

"Ini menunjukkan bahwa partai jangan hanya fokus mengkritisi pemerintah. Tapi, harus ada perbaikan dari dalam seperti memperbaiki kinerja anggota yang sekarang jadi wakil rakyat," kata Sunny.

Sunny juga menambahkan, belum munculnya figur yang bisa merebut hati para  undecided voters bisa menjadi celah untuk munculnya partai baru. Namun,  makin"eksklusif"-nya sistem pemilu dan rendahnya kepercayaan publik  tehadap partai politik bisa jadi penghambat.

"Jika ada partai yang mampu mengakomodasi para undecided voters, dialah yang berpeluang meningkatkan dukungannya di pemilu mendatang," ujar Philips J Vermonte, Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS.

Philip juga mengungkapkan, walau Partai Demokrat masih menduduki peringkat teratas, partai itu yang mengalami penurunan yang paling signifikan.

"Dibanding hasil suara yang didapat Partai Demokrat pada Pemilu 2009, penurunan cukup drastis hingga 8,25%," imbuh Philips.