Mendagri Titip Enam Pesan kepada Pemuda Katolik

Mendagri Titip Enam Pesan kepada Pemuda Katolik
Mendagri Tjahjo Kumolo ( Foto: Antara/Sigid Kurniawan )
Yustinus Paat / YUD Senin, 9 November 2015 | 01:21 WIB

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menitipkan enam pesan kepada Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2015-2108. Hal ini disampaikan Tjahjo saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pemuda Katolik di Aula St. Yustinus, Universitas Atma Jaya, Jakarta, Minggu (08/11) malam.

“Pada malam ini, kita diberikan suatu suasana kedamaian dan kebersamaan dalam rangka pelantikan Pengurus Pusat Pemuda Katolik. Kami (pemerintah) mengucapkan selamat dan menitipkan enam pesan,” ujar Tjahjo.

Pesan pertama, katanya pemerintah mengharapkan Pengurus Pemuda Katolik perlu memaknai dan menelah secara cermat terhadap setiap perkembangan dinamika baik di tingkat global, regional, nasional, mapun lokal.

“Kedua, pemerintah mengharapkan kita menanamkan rasa, semangat dan paham kebangsaan serta bangga sebagai warga Negara Indonesia yang majemuk,” tandasnya.

Ketiga, lanjut Tjahjo, pemerintah mengharapkan dalam memperjuangkan berbagai tuntutan dan kepentingan tetap memperhatikan dasar kebangsaan, norma-nilai, etika dan budaya masyarakat.

Keempat, mengharapkan kepada pengurus untuk tetap terpacu untuk meningkatkan kompetensi diri sehingga memiliki daya saing yang tinggi baik di kancah nasional dan internasional.

“Kelimat, harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengabdikan diri dan melayani masyarakat dan terakhir pemuda katolik sebagai kader bangsa diharapkan terus melanjutkan estafet kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga Negara Indonesia tetap berjaya di masa-masa akan datang,” tambah Tjahjo.

Pada tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Frangky Sibarani mengharapkan optimalisasi peran Pemuda Katolik yang disinergikan dengan Pemerintah. Pasalnya, ke depan pemerintah akan memberikan ruang yang lebih besar kepada pemuda yang energik untuk menjalankan program-program pemerintah.

“Semoga Pengurus Pusat Pemuda Katolik periode 2015-2018 dapat intens berkoordinasi dengan pemerintah untuk mewujdukan program-program demi kesejahteraan masyarak,” nasihat Frangky.

Sumber: BeritaSatu.com