PDIP Klarifikasi Pemberitaan soal Siti Musdah

PDIP Klarifikasi Pemberitaan soal Siti Musdah
Ahmad Basarah. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Markus Junianto Sihaloho / HA Jumat, 20 November 2015 | 05:03 WIB

Jakarta - DPP PDI Perjuangan merespon secara cepat terhadap kritik dan protes yang disampaikan berbagai kalangan khususnya tokoh-tokoh umat Islam atas adanya pemberitaan di salah satu media online yang bernada mengadu domba antara umat Islam dan PDI Perjuangan.

Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan yang juga Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Ahmad Basarah mengungkapkan, pihaknya menyoroti pemberitaan di salah satu media online. Yakni yang menyebutkan Siti Musdah Mulia, Ketua Megawati Institute, mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyinggung perasaan umat Islam itu dalam kapasitas sebagai Politikus PDI Perjuangan.

Untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat, khususnya kalangan umat Islam akibat pemberitaan itu, DPP PDI Perjuangan perlu mengklarifikasi.

Kata Basarah, pihaknya sudah bicara dengan Musdah Mulia. Dan setelah diklarifikasi, Musdah menyatakan bahwa berita di portal online dimaksud adalah berita lama yang muncul sebelum bulan Ramadhan yang lalu, tapi kini dimunculkan kembali. Dan secara substansi, Musdah Mulia juga membantah pernah membuat pernyataan tersebut.

"Beliau bersedia dikonfrontasi dengan media yang mengutip dan memberitakan pernyataan tersebut," ujar Basarah, Kamis (19/11).

Kedua, kata Basarah, Siti Musdah Mulia selama ini belum pernah memiliki Kartu Tanda Anggota PDI Perjuangan sehingga pernyataan-pernyataannya tidak dapat dikategorikan sebagai sikap politik PDI Perjuangan secara institusional.

"Dan berita tersebut adalah rekayasa untuk punya tendensi untuk mengadu domba," ungkap Basarah.

Ketiga, sikap PDI Perjuangan terhadap dunia Islam dan munculnya berbagai aksi terorisme di dunia sudah sangat jelas. Bahwa PDI Perjuangan menolak berbagai macam dan bentuk aksi kekerasan dan terorisme atas nama apapun dan oleh kelompok, golongan maupun negara manapun. Termasuk oleh kelompok atau golongan yang mempolitisasi kesucian agama.

Keempat, PDI Perjuangan menilai bahwa penyelesaian berbagai aksi terorisme di dunia tidak bisa hanya menyalahkan dunia Islam saja. Apalagi dengan menuduh secara serampangan sekolah-sekolah Islam dan pesantren di Indonesia sebagai penyebab munculnya terorisme di Indonesia.

"PDI Perjuangan justru mengakui bahwa sekolah-sekolah Islam dan pesantren-pesantren di Indonesia sebagai sarana perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah," kata Basarah.

"Sesungguhnya aksi kekerasan terhadap kemanusiaan juga pada awalnya dialami kalangan dunia Islam oleh dunia Barat misalnya ketika mereka mendukung penjajahan bangsa Israel atas bangsa Palestina."

Dan di sisi lain, lanjut Basarah, Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden RI kelima, juga pernah punya sikap yang tegas terhadap aksi unilateral Amerika Serikat ke Iraq tahun 2004 yang lalu.

Kelima, pengakuan PDI Perjuangan terhadap perjuangan Islam juga dibuktikan dengan didirikannya Baitul Muslimin Indonesia yang menjadi ormas Islam PDI Perjuangan.

"Semua hal tersebut membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai politik Nasionalis yang juga concern terhadap perjuangan ummat Islam Indonesia, khususnya Islam yang bernafaskan Rahmatan lil Alamiin yang dapat hidup berdampingan dengan penuh semangat persaudaraan dengan semua agama-agama dan kepercayaan yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.

Untuk diketahui, portal online tersebut memuat pernyataan dari Musdah Mulia sebagai politikus PDI-P meminta agar sekolah Islam dikurangi demi menghilangkan terorisme.

Sumber: BeritaSatu.com