PAN Klaim dapat Kursi Menteri, Mendagri: Tidak Etis

PAN Klaim dapat Kursi Menteri, Mendagri: Tidak Etis
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memberi keterangan kepada awak media saat meninjau salah satu TPS Pilkada Serentak di Kelurahan Mlatiharjo, Citarum Utara, Semarang, Jawa Tengah, 9 Desember 2015. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Paath )
Carlos KY Paath / PCN Senin, 28 Desember 2015 | 14:04 WIB

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo gerah dengan pernyataan salah satu Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Hal itu terkait optimisme PAN mendapatkan jatah menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK).

"Menurut saya tidak etis. Terkesan mendesak atau mendikte hak prerogatif Presiden, apalagi PAN menyampaikannya secara terbuka soal jatah menteri dan reshuffle (perombakan kabinet)," kata Tjahjo, Senin (28/12).

Menurutnya, sah-sah saja apabila pimpinan partai politik (parpol) membangun komunikasi dengan Presiden. "Tetapi tidak membangun rumor yang dapat mengganggu stabilitas kabinet," ujarnya.

Dia menambahkan, seluruh menteri Kabinet Kerja tidak akan terpengaruh dengan klaim PAN. "Semua menteri tetap kerja di bawah arahan Bapak Presiden. Semua tetap menyerahkan penilaian kinerjanya kepada Bapak Presiden," imbuh mantan Sekretaris Jenderal DPP PDIP ini.

Sumber: Suara Pembaruan