Mendagri Sebut Partisipasi Pemilih Pilkada Rata-rata 60 Persen

Mendagri Sebut Partisipasi Pemilih Pilkada Rata-rata 60 Persen
Ilustrasi Pilkada Serentak ( Foto: Beritasatu.com )
Carlos KY Paath / WBP Senin, 18 Januari 2016 | 12:51 WIB

Jakarta - Komisi II DPR menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Raker di antaranya membahas evaluasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 pada 9 Desember lalu.

Tjahjo menyatakan, berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), partisipasi rata-rata 60 persen. "Tingkat partisipasi pemilih paling rendah yaitu di Kota Medan, Sumatera Utara," kata Tjahjo saat raker di ruang Komisi II, Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/1).

Dia menuturkan, penyelenggara di desa masih ada yang kecenderungan tidak netral. Hal serupa terjadi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). "Masih ada ASN yang tidak netral. Dari 29 laporan dugaan pelanggaran netralitas, kemungkinan hanya 16 laporan yang ada bukti-bukti," ujarnya.

Berkenaan kenetralan ASN, Kemdagri telah menyampaikan kepada seluruh gubernur sebagai pejabat pembina kepegawaian, khususnya Gubernur Sulawesi Tenggara dan Gubernur Maluku Utara untuk memberikan sanksi tegas kepada ASN yang terang-terangan terbuka tidak netral.

Praktik politik uang, menurutnya, juga masih terjadi dalam pilkada. "Masih ada politik uang yang melibatkan tim sukses serta penyelenggara pilkada khususnya di kecamatan dan desa," ucapnya.

Secara khusus, dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pilkada masih terdapat hal-hal yang belum maksimal.

Sumber: Suara Pembaruan