Mundurnya Taufik Ridlo Sejarah Baru di PKS

Mundurnya Taufik Ridlo Sejarah Baru di PKS
Taufik Ridlo, mengundurkan diri sebagai Sekjen Partai Keadilan Sejahtera ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / CAH Rabu, 17 Februari 2016 | 18:26 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengakui permintaan mundur Taufik Ridlo sebagai Sekjen PKS adalah sejarah karena baru pertama kali terjadi di partai itu. Namun pengunduran diri itu belum tentu dituruti sepenuhnya karena akan menunggu jawaban dari Majelis Syuro.

"Langkah mundur yang dilakukan Pak Taufik ini sejarah baru di PKS dan belum pernah ada sebelumnya," kata Hidayat, Rabu (17/2).

Menurut Hidayat, permintaan mundur itu akan disampaikan ke unsur pimpinan partai. Berikutnya adalah menentukan apakah pengunduran diri itu diterima atau tidak.

"Kalau diterima maka penggantinya ditunjuk oleh ketua majelis syuro karena itu hak pregratifnya, meski hal itu dibahas dulu dalam majelis syuro," jelasnya.

Hidayat mengaku belum paham apa sebenarnya alasan Taufik untuk mundur. Karena dari sisi kinerja, selama ini tak ada satupun unsur elite partai yang punya masalah dengan kinerja Taufik.

"Secara tim kami bisa bekerja sama dengan baik dan selama ini juga sangat kooperatif," kata Hidayat yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Taufik sendiri mengaku mundur dengan alasan ingin konsentrasi dengan bisnis pribadinya.

Kata Hidayat, alasan kesibukan bisnis dan kerap tak hadir di rapat-rapat partai bukan alasan yang prinsip sehingga harus mundur dari partai. Sehingga sebenarnya Taufik tak perlu mundur kalau alasannya kesibukan pribadi.

"Tapi kami menghargai. Ke depan Pak Taufik tetap berada di PKS meski sudah tidak jadi sekjen. Dia tetap akan aktif di PKS," tukasnya.

Hidayat juga membantah bahwa pengunduran diri Taufik itu merupakan bagian dari bersih-bersih orang-orangnya mantan Presiden PKS Anis Matta. Kata Hidayat, kalau orang-orangnya Anis Matta tak dapat jabatan di partai, hal itu bukan merupakan isu penting sekali.

"Saya saja kalau bisa tidak mau dapat jabatan. Karena dengan demikian saya lebih bebas dan punya waktu bertemu dengan masyarakat," kata Hidayat.

Sumber: BeritaSatu.com