Mendagri: Presiden Tak Pernah Intervensi Parpol

Mendagri: Presiden Tak Pernah Intervensi Parpol
Suasana Munaslub Golkar, Minggu 15 Mei 2016. ( Foto: Antara )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 16 Mei 2016 | 15:43 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mencampuri permasalahan internal partai politik (parpol). Presiden hanya berharap parpol melalui fraksi di DPR, sebagai pilar demokrasi dapat bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

“Sejak awal pernyataan Bapak Jokowi harus ditangkap dengan jernih. Silakan semua parpol dukung kebijakan pemerintah, kita senang. Tidak ada sedikit pun Bapak Presiden ikut campur atau intervensi masing-masing rumah tangga parpol,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (16/5).

Hal itu disampaikan Mendagri menanggapi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar (PG) yang dihelat di Bali pada 14-16 Mei 2016. “Bapak Presiden memang menginginkan partai-partai cepat konsoliasi,” ujarnya.

Dia menuturkan, Golkar memiliki kursi cukup solid di parlemen. Dukungan Golkar serta seluruh parpol sangat penting dalam setiap kebijakan politik pembangunan. “Dengan DPR solid, kebijakan pemerintah terkait undang-undang, fungsi pengawasan dan anggaran bisa berjalan efektif,” ucapnya.

Sebelumnya, saat membuka Munaslub, Sabtu (14/5), Presiden menyatakan, Golkar merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan politik modern di Tanah Air. “Pemikiran Golkar juga telah membentuk struktur politik, ekonomi dan sosial Indonesia. Harus saya sampaikan, Golkar telah memberikan sumbangsih pembangunan kultur demokrasi yang semakin matang,” kata Presiden dalam pidatonya.

Menurut Presiden, upaya membuat rakyat sejahtera, tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah. “Pemerintah harus bersama-sama dengan seluruh komponen dengan didukung kelompok strategis. Khususnya, parpol seperti Golkar dan juga parpol lainnya,” ujarnya.

“Harapan saya melalui Munaslub ini, Golkar dapat menjadi parpol yang bekerja untuk kemakmuran bangsa.”

Sumber: BeritaSatu.com