Ini Alasan Presiden Merombak Kabinet

Ini Alasan Presiden Merombak Kabinet
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
/ YUD Rabu, 27 Juli 2016 | 11:52 WIB

Jakarta - Sekitar pukul 11.20 WIB, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan formasi kabinet kerja baru yang diisi oleh delapan wajah baru dan empat wajah lama atau hanya pergeseran posisi, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertimbangannya, Presiden Jokowi mengatakan perombakan kabinet dilakukan salah satunya untuk meningkatkan kekompakan sehingga memaksimalkan kinerja pemerintah untuk mengatasi banyak permasalahan di negeri ini. Apalagi, tantangan dalam bidang ekonomi yang tidak ringan, yaitu pelemahan ekonomi globaldan persaingan yang penuh kompetisi.

"Menjelang dua tahun pemerintahan kita menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kita harus mengurangi kesenjangan ekonom, yang kaya dan yang miskin. Kesenjangan antar wilayah. Inilah masalah yang harus kita percepat penyelesaiannya," kata Jokowi, Rabu (27/7).

Selain itu, lanjutnya, tantangan yang terus berubah menjadi alasan penyegaran dan energi baru diperlukan dalam kabinet kerja. Dengan satu tujuan, yaitu kesejahteraan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

"Agar kabinet kerja bisa lebih cepat, efektif, dalam tim yang solid dan saling mendukung. Bahwa semangat perombakan Kabinet Kerja adalah penguatan kinerja pemerintahan," papar Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, dahulu, perbedaan pendapat antar menteri dalam Kabinet Kerja memang kerap terlihat. Salah satunya, mengenai kebijakan pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Energi, Rizal Ramli sempat mengatakan target pembangunan tersebut tidak realistis. Padahal, pemerintah telah mencanangkan pembangunan pembangkit listrik tersebut selama lima tahun.

Kemudian, belakangan ini, silang pendapat terjadi antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, terkait pembangunan kilang minyak Blok Masela.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE