Wapres: Biarlah yang Terbaik Terpilih di Pilgub DKI

Wapres: Biarlah yang Terbaik Terpilih di Pilgub DKI
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017 ( Foto: Beritasatu.com )
/ FER Jumat, 12 Agustus 2016 | 19:48 WIB

Jakarta - Jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang akan digelar Ferbruari 2017 mendatang, suasana politik ibu kota kian memanas. Terutama, terkait siapa calon gubenur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang akan diusung oleh partai politik (Parpol).

Partai Golkar, Hanura dan Nasdem telah mengumumkan dukungan terhadap petahana Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Kemudian, mucul koalisi tandingan, yaitu koalisi kekeluargaan, yang terdiri dari Partai Gerindra, Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tetapi, belakangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang disebut bergabung dalam koalisi kekeluargaan, belum membenarkan perihal bergabungnya dalam koalisi yang mendeklarasikan diri melawan Ahok tersebut.

Tak hanya koalisi yang mulai memanas, para cagub yang namanya pun mulai perang di media. Sebut saja, sindiran Ahok terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengatakan keberhasilan wanita yang digadang-gadang menjadi cagub DKI tersebut dalam memperbaiki jalur pedestarian di Surabaya hanya keberhasilan kecil di wilayah seukuran Jakarta Selatan.

Kemudian, balasan Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini yang mengatakan sinidiran Ahok itu sama saja dengan menghina dan merendahkan warga Surabaya.

Menanggapi semakin memanasnya situasi politik jelang Pilgub DKI, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa kuncinya berada pada keputusan PDIP selaku pemilik kursi terbanyak di DPRD DKI. Kemudian, dia meminta biar masyarakat yang memilih gubernur yang diinginkan.

"Saya kira itu akhirnya, pertama ini masalah politik. Jadi Tergantung partai politik. Khususnya PDIP mau kemana ini? Kedua, setelah itu tergantung rakyat Jakarta. Biar terpilihlah yang terbaiklah untuk rakyat," kata JK, Jumat (12/8).

Kemudian, JK mengungkapkan, pertentangan yang muncul antara nama-nama yang digadang-gadang sebagai cagub DKI hanyalah ulah media. Dalam hal ini, media memacing melalui pertanyaan lalu dipertentangkan ke calon yang lain sehingga terkesan menimbulkan perang di media.

"Namanya saja pilkada, selalu yang bertarung itu isu-isu. Dan biasa yang mempertarungkan Anda semua (media) kan. Pertanyaan-pertanyaan yang memicu jawaban bertentangan. Anda (media) dilatih karena itu kan. Anda justru punya keahlian itu, Mempertentangkan isu," ujarnya.

Sumber: Suara Pembaruan