DPR Hanya Beri Pertimbangan soal Pencalonan Kepala BIN

DPR Hanya Beri Pertimbangan soal Pencalonan Kepala BIN
Komjen Budi Gunawan. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WBP Sabtu, 3 September 2016 | 11:35 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menegaskan bahwa DPR hanya memberikan pertimbangan terkait pencalonan dan pemilihan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Presiden. Menurut Meutya, hal ini berbeda dengan pemilihan kepala TNI dan kapolri, di mana DPR harus memberikan persetujuan atas pilihan Presiden.

"DPR hanya memberikan pertimbangan dan biasanya Presiden hanya menyodorkan satu nama," ujar Meutya dalam acara bertajuk "Ini Dia Kepala BIN Baru" di Menteng, Jakarta, Sabtu (3/9).

Selain Meutya, hadir Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said, pengamat pertahanan dan intelijen Connie Rahakundini dan wartawan senior Derek Manangka.

Meutya menjelaskan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, disebutkan kepala BIN diangkat dan diberhentikan Presiden setelah mendapat pertimbangan DPR. Untuk mengangkat kepala BIN, Presiden harus mengusulkan satu orang calon kepada DPR. Pertimbangan DPR itu disampaikan paling lambat 20 hari kerja sejak surat permohonan diterima DPR dari Presiden. Artinya, DPR tidak menyetujui atau menolak calon yang diajukan Presiden, tetapi sekadar memberi catatan dan pertimbangan.

Pimpinam DPR, kata Meutya sudah menerima surat usulan pergantian kepala BIN dari Presiden Joko Widodo. Presiden mengusulkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang kini menjabat wakil kepala Polri untuk memimpin BIN menggantikan Sutiyoso.

"Nanti, surat dari Presiden akan dibacakan di rapat paripurna. Kemudian, paripurna menugaskan Komisi I untuk melakukan fit and proper test terhadap pak Budi Gunawan. Jika paripurnanya minggu di depan, maka fit and proper test minggu depan atau paling lambat 2 minggu setelah ini," ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan adanya surat dari Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada DPR telah memberikan kepastian hukum akan pergantian kepala BIN dengan nama yang diajukan.









Sumber: BeritaSatu.com