Salim Said: Sah-sah Saja Ada Unsur Politis dalam Pencalonan Kepala BIN

Salim Said: Sah-sah Saja Ada Unsur Politis dalam Pencalonan Kepala BIN
Komjen Budi Gunawan. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 3 September 2016 | 18:06 WIB

Jakarta - Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said menyatakan bahwa sah-sah saja jika ada unsur politis dalam pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut Salim, Presiden tentunya memilih orang yang dipercayai menjadi Kepala BIN

"Sah-sah saja jika ada unsur politis dalam pemilihan kepala BIN, karena Presiden akan memilih orang dipercayainya. Jika Presiden Jokowi memilih Budi Gunawan, berarti dia mempercayainya dan bisa saja ada unsur politisnya," ujar Salim dalam diskusi bertajuk "Ini Dia Kepala BIN Baru.." di Gado-Gado Bobplo, Jalan Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (3/9).

Selain Salim, hadir juga Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, Pengamat Pertahanan dan Intelijen Connie Rahakundini dan Wartawan Senior Derek Manangka.

Pencalonan kepala BIN, kata Salim sangat tergantung pada Presiden Jokowi. DPR, kata dia hanya memberikan pertimbangan melalui fit and proper test. Meskipun DPR mengatakan tidak cocok, namun kalau dibutuhkan Presiden Jokowi, maka yang bersangkutan tetat dipilih.

"Jika Presiden Jokowi mengatakan saya butuh dia (Budi Gunawan), maka DPR tidak bisa menolak karena DPR hanya memberi pertimbangan," tandas dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak mempunyai partai politik dan tidak mempunyai kekuatan di DPR. Presiden Jokowi juga bukan seperti Mantan Presiden Soeharto yang didukung militer dulu.

"Bisa jadi ini bargaining politik atau bagian dari lobi jika betul BG dekat dengan Megawati yang menjadi Ketum PDIP. Apalagi dulu Bu Mega ingin BG jadi calon Kapolri, tetapi karena ada penolakan publik akhirnya tidak jadi," terang Salim.





Sumber: Suara Pembaruan