Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Soal Janji Kampanye

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Soal Janji Kampanye
Mendagri Tjahjo Kumolo dan MenPAN-RB Asman Abnur ( Foto: beritasatu TV )
Carlos KY Paath / FER Senin, 22 Mei 2017 | 15:49 WIB

Jakarta – Kepala daerah terpilih hasil Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2015 diharapkan dapat memenuji janji kampanye. Program-program untuk kemajuan daerah harus diimplementasikan.

"Bapak dan Ibu sekalian mempunyai tanggung jawab utama segera menjabarkan janji kampanye pilkada. Fokus program tahun pertama sampai kelima,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, dalam acara Pembekalan Kepemimpinan Kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2015 di Kantor BPSDM, Kemdagri, Jakarta, Senin (22/5).

Dia juga mengingatkan agar kepala daerah turut menjalankan program strategis pemerintah pusat.

"Harus dipastikan baik, perencanaan kegiatannya, penganggarannya bagaimana dan memastikan paling lambat 2018 harus sudah selesai, sehingga 2019 tahap evaluasi, termasuk beberapa kabupaten punya nilai strategis," ujarnya.

Kegiatan pembekalan dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sudjojo.

Dalam paparannya, Eko mengatakan, Indonesia bakal menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga atau keempat di dunia pada 2045.

"Tinggal 22 tahun lagi kita bisa menjadi negara maju. Tidak ada rakyat miskin dan desa tertinggal," kata Eko.

Meski begitu, menurut Eko, harapan menuju negara maju bakal sulit tercapai apabila bangsa Indonesia masih terpecah karena suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Sia-sia kalau kita terpecah belah. Kebinekaan kita terganggu isu SARA yang timbul dan Indonesia tidak bertahan sebagai NKRI," ujarnya.

Kepala BPSDM Kemdagri, Teguh Setyabudi, mengatakan, pembekalan kepemimpinan merupakan salah satu program prioritas Kemdagri yang bertujuan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) aparatur negara. Kegiatan serupa angkatan pertama dilaksanakan April 2017.

"Peserta kali ini yakni kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada Serentk 2015 yang belum mengikuti pembekalan kepemimpinan," kata Teguh.

Dia menuturkan, materi yang disampaikan seperti tentang pemeritahan dalam negeri, program prioritas, keuangan hingga soal kepemimpinan ESQ. Istri-istri dari para kepala dan wakil kepala daerah juga mendapatkan pembekalan sama.

Pada Selasa (23/5), masih kata Teguh, pembekalan bagi istri-istri pemimpin daerah, direncanakan dibuka oleh Ketua PKK.

"Ada Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," kata Teguh.



Sumber: Suara Pembaruan