Hapus Citra Preman di Pemuda Pancasila

Hapus Citra Preman di Pemuda Pancasila
Arif Rahman, calon Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PP DKI Jakarta Periode 2017-2022 ( Foto: Istimewa / Asni Ovier )
Asni Ovier / AO Selasa, 19 September 2017 | 19:21 WIB

Jakarta - Citra preman (orang-orang yang berperilaku jahat) di tubuh organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila (PP) harus dihilangkan. Ke depan, PP harus bisa lebih diterima oleh masyarakat.

Hal itu dikatakan salah satu Arif Rahman, calon Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PP DKI Jakarta Periode 2017-2022, saat memaparkan visi dan misinya di Jakarta, Selasa (19/9).

Arif mengatakan, saat menjadi calon Ketua PP DKI Jakarta, dirinya sempat mendapat penolakan dari seseorang perempuan yang telah dianggap sebagai kakaknya. Perempuan itu beralasan, PP adalah organisasi preman. “Ketika saya meminta restu untuk maju menjadi calon ketua PP DKI, si Teteh (kakak perempuan, Red) tidak setuju. Kata si Teteh, PP itu organisasi preman,” ujar Arief.

Namun, pria berusia 42 tahun yang selama ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Badan Pelaksana Kaderisasi (BPK) PP DKI Jakarta, tetap teguh dengan pendiriannya untuk maju pada Musyawarah Wilayah XII PP Provinsi DKI Jakarta, 23-24 September mendatang.

“Harus diakui, selama ini pandangan masyarakat terhadap PP memang demikian. Namun melalui jalur pengkaderan, kita bisa menciptakan kader PP yang pontensial dan diterima masyarakat,” katanya.

Dijelaskan, para juru parkir di mini market atau pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta misalnya, bisa ‘naik kelas’ jika diberi bantuan permodalan. “Mereka bisa berdagang pulsa atau yang lainnya, jika mereka diberi bantuan modal. Namun, yang paling utama adalah mengubah mereka yang tadinya preman menjadi kader potensial. Caranya melalui pengkaderan,” lanjutnya.

Menurutnya, tanpa kader yang potensial, PP tidak akan menjadi apa-apa. Dikatakan, sebagai salah satu ormas kepemudaan tertua di Tanah Air, pihaknya akan berusaha menyejajarkan PP dengan Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu, proses kaderisasi akan berusaha semaksimal mungkin menjadikan kader PP sebagai kader yang bermoral.

“Yang lebih penting, demi keutuhan PP, seperti yang selama ini dikatakan Mas Yapto, kader PP harus memiliki loyalitas dan tegak lurus terhadap pimpinan. Kalau saya nanti terpilih, saya akan memimpin PP DKI Jakarta secara transfaran,” janji Arif.

Pada Muswil XII PP DKI Jakarta, ada lima kandidat yang sudah mendaftarkan diri. Mereka adalah Ketua MPC Jakarta Selatan Thoriq Mahmud, mantan Ketua MPC Jakarta PP Utara Lasman Napitupulu, Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum MPW PP DKI Jakarta Tohom Purba, Ketua Badan Penasehat Badan Pelaksana Kaderisasi PP DKI Jakarta Aruf Rahman, dan Ketua MPW DKI Jakarta Roberto Rouw.

Namun saat penyampaian visi dan misi, hanya Arif Rahman yang hadir. Mantan Ketua KNPI DKI Jakarta yang juga staf khusus Menteri Pertahanan itu berharap, PP akan selalu menjadi mitra kritis pemerintah.

Rencananya Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat akan membuka Muswil XII PP DKI Jakarta pada 23 September nanti. Sementara, gubernur terpilih, Anies Baswedan akan hadir sebagai narasumber pada diskusi bertajuk “Membangun Kemitraan Pemprov DKI Jakarta ke Depan dengan Ormas Pemuda Pancasila”.

Pada Muswil XII PP DKI Jakarta, ada tiga isu yang akan diangkat, yakni persoalan sinergitas program pemerintah dengan ormas PP, penolakan terhadap gerakan radikalisme dan terorisme, serta isu gerakan komunisme yang bertolak belakang dengan Pancasila.



Sumber: BeritaSatu.com