Sekjen PDIP Menari Kecak 3 Jam Jika Bali Bisa "Dimerahkan"

Sekjen PDIP Menari Kecak 3 Jam Jika Bali Bisa
Hasto Kristiyanto. ( Foto: Antara )
Asni Ovier / JAS Minggu, 4 Februari 2018 | 15:48 WIB

Denpasar - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto akan menari kecak selama tiga jam bila Bali berhasil "dimerahkan".

“Bali dikenal karena kebudayaannya. Seluruh ekspresi seni dan kebudayaan begitu indah dan dinamis. Bila instruksi Ibu Megawati Soekarnoputri untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai sekjen partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak selama tiga jam," ujar Hasto di sela-sela acara pembekalan kader PDIP se-Bali di Denpasar, Minggu (4/2).

Acara digelar dalam rangka Pilkada Serentak 2018. Hasto menegaskan, Bali mampu membuktikan jati dirinya yang membumikan Pancasila dalam seluruh kehidupan. Nilai-nilai gotong royong bekerja dengan baik dan di tengah dominasi kebudayaan asing, warga Bali tetap bangga dengan kebudayaanya.

“Bali yang merupakan basis kekuatan PDIP harus terus menampilkan watak kebudayaan itu. Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangat diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban," ujarnya.

Hasto juga menegaskan bahwa tidak mungkin berpolitik tanpa kebudayaan. Politik tanpa kebudayaan akan kering dan kehilangan watak kemanusiaannya.

Penampilan deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yg menampilkan ciri kebudayaan, seperti Tari Pendet yang diikuti oleh 1.300 peserta dan Tari Kecak yang diikuti oleh 14.000 penari, benar-benar diapresiasi oleh PDIP.

"Apa yg dilakukan oleh pasangan KBS-Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yg berkepribadian dalam kebudayaan," ujar Hasto.



Sumber: Suara Pembaruan