Yusril Prediksi Pilpres 2019 Diikuti Dua Pasang Atau Calon Tunggal

Yusril Prediksi Pilpres 2019 Diikuti Dua Pasang Atau Calon Tunggal
Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri), dan para pengurus partai menunjukkan angka 19 sebagai no urut mereka pada Pemilu 2019 mendatang. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yeremia Sukoyo / JAS Selasa, 13 Maret 2018 | 19:16 WIB

Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Izha Mahendra menilai, saat ini sulit untuk membentuk poros ketiga dalam Pilpres 2019.

Dirinya memprediksikan, karena terbentur syarat UU Pemilu, dalam Pemilu 2019 hanya diikuti oleh dua pasangan capres dan cawapres. Itupun kalau PKS tetap berkomitmen pendukung majunya Prabowo Subianto.

"Kemungkinannya calon tunggal atau kemungkinan ada dua pasangan. Itupun kalau Prabowo tetap bisa bersatu dengan PKS," kata Yusril sesaat setelah menggelar tasyakuran bersama anak yatim dan dhuafa untuk merayakan lolosnya PBB ikut Pemilu 2019, Selasa (13/3) di Jakarta.

Jika dalam perkembangannya PKS meninggalkan teman koalisinya, yakni Partai Gerindra, malah besar kemungkinannya dalam Pemilu 2019 hanya diikuti oleh calon tunggal, yakni Joko Widodo (Jokowi). Karena masing-masing partai tidak mampu memenuhi syarat pengajuan capres/cawapres.

"Kalau PKS kemudian keluar, bisa-bisa Prabowo juga tidak bisa maju. Yang terjadi kemudian adalah calon tunggal Jokowi," ucap Yusril.

Bila dalam kenyataannya akan muncul calon tunggal, Yusril menegaskan akan tetap berjuang dan berkampanye untuk memenangkan kotak kosong.

Saat ini, dikatakan Yusril, PKB sendiri sudah menyatakan diri berada di luar poros atau kubu Jokowi. Di sisi lain juga belum menentukan sikap apakah akan mendukung calon Presiden Prabowo Subianto.

"Saya tidak merapat ke mana-mana kalau negosiasinya tidak jelas. Wacana-wacana (poros ketiga) mungkin saja ada, tetapi apakah itu mungkin?" ujarnya



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE