Ekonom Sebut Airlangga Layak Jadi Cawapres Jokowi
Logo BeritaSatu

Ekonom Sebut Airlangga Layak Jadi Cawapres Jokowi

Rabu, 28 Maret 2018 | 23:09 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FER

Jakarta - Direktur Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, layak menjadi calon wakil presiden (Cawapres) dalam ajang Pilpres 2019. Kelayakan tersebut, dilihat dari aspek penguasaan konsep dan teknis industri manufaktur yang selama ini jarang mendapat perhatian.

"Seandainya ada yang orang yang paham tentang industri manufaktur seperti Pak Airlangga, yang bisa mendamping Pak Jokowi. Dirinya bisa memberikan masukan untuk memprioritaskan industri manufaktur," ujar Faisal saat acara diskusi bertajuk "Capres-Cawapres Ideal di Mata Ekonom" di Mencure Hotel, Hayam Huruk, Jakarta, Rabu (28/3).

Selain Faisal, hadir juga sebagai narasumber Direktur Institute for Development of Economics and Finances (Indef) Enny Sri Hartati dan Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.

Faisal menilai, Airlangga mempunyai kapasitas dan kemampuan teknis di bidang industri manufaktur. Kinerja Airlangga di Kementerian Perindustrian (Kemperin) sangat bagus dibandingkan menteri sebelumnya.

"Namun, Airlangga membutuhkan level yang lebih tinggi untuk mengawal pembangunan industri manufaktur di Indonesia. Misalnya, posisi wapres untuk mengawal agenda reindustrialisasi yang menjadi acuan menteri di bawahnya," ungkapnya.

Menurut Faisal, jika Airlangga menjadi cawapres Jokowi, sektor industri akan menjadi prioritas pembangunan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Indonesia, perlu belajar dari Afrika Selatan (Afsel) yang mampu membuat industrinya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Dari sisi capaian lain adalah tax ratio, kepatuhan membayar pajak, karena ada terobosan, mereka betul-betul melayani dengan semudah-semudahnya bagi yang mau membayar," tuturnya.

Faisal sendiri tidak menyebut Sri Mulyani sebagai cawapres Jokowi karena dasar pijakannya adalah industri manufaktur. Sementara, kata dia, Sri Mulyani konsentrasi dan spesialisasinya di sektor keuangan.

"Jarang sekali Sri Mulyani, jarang sentuh masalah manufaktur. Ini kuncinya. Itu mengapa saya lebih condong ke Airlangga yang mau membantu Pak Jokowi ke depan untuk jadikan industri manufaktur sebagai prioritas," terangnya.

Menurut Faisal, capres dan cawapres ke depan tidak boleh hanya menguasai dua bidang saja, yakni politik dan ekonomi. Mereka harus menguasai semua bidang dan bisa merangkul semua elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia.

"Jadi, tidak perlu memaksakan seorang ekonom (jadi cawapres), tetapi harus punya multifungsi, representasi tokoh agama dan militer, Namun punya pemahaman ekonomi yang lebih baik dari presidennya," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Diingatkan Hati-hati Pilih Cawapres

Terdapat sejumlah nama yang disebut-sebut bakal menjadi calon pendamping Jokowi.

POLITIK | 28 Maret 2018

Wasekjen PDIP: Indonesia Berkomitmen Dukung Kemerdekaan Palestina

Komitmen dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sejak era pemerintahan Presiden Soekarno.

NASIONAL | 28 Maret 2018

Isran Noor Tegaskan Pengembangan UMKM Harus Lebih Dipacu

Apabila perputaran ekonomi menengah ke bawah berjalan dampaknya sampai ke daerah.

POLITIK | 28 Maret 2018

Jokowi dan Airlangga Dinilai Pasangan Ideal

Rakyat membutuhkan pendamping presiden yang saling mengisi.

POLITIK | 28 Maret 2018

Sekjen Demokrat Masih Optimistis Poros Ketiga Akan Terbentuk

Hinca mengaku terus menjalin komunikasi dengan kedua partai lainnya.

POLITIK | 28 Maret 2018

Jaksa Agung Nilai Pilkada 2018 Juga Jadi Ajang Adu Gengsi

Pilkada 2018 juga dianggap menjadi momen adu gengsi.

POLITIK | 28 Maret 2018

PDIP Minta KIP Ikut Luruskan Berita Bohong

Ketika ada kesimpangsiuran, banyak berita bohong dan menyesatkan, maka KIP dapat mengisi ruang itu dengan berita benar sebagai bentuk pertanggungjawaban.

NASIONAL | 28 Maret 2018

KIP Apresiasi Transparansi Keuangan PDIP

Wakil Ketua KIP Pusat Gede Narayana Sunarkha mengaku sangat mengapresiasi sistem rekening gotong royong yang diterapkan PDIP sebagai wujud dari transparansi.

POLITIK | 28 Maret 2018

Hashim Tegaskan Prabowo Tetap Maju Jadi Capres 2019

Meski demikian ada pertimbangan soal kesehatan dan keuangan untuk maju lagi menjadi capres.

POLITIK | 28 Maret 2018

Pasangan Ficardo-Bachtiar Diadukan ke Bawaslu

Pasangan calon petahana diduga melibatkan aparatur sipil negara dalam kampanye.

POLITIK | 27 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS