Serangan terhadap Jokowi Tidak Masif Lagi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (-2)   |   COMPOSITE 5975 (-12)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (-0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 473 (-1)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1245 (-7)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (-1)   |   IDXENERGY 741 (2)   |   IDXESGL 130 (-0)   |   IDXFINANCE 1328 (1)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (2)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 739 (-6)   |   IDXPROPERT 876 (-4)   |   IDXQ30 136 (-0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (15)   |   IDXTRANS 1040 (3)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (-1)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (-1)   |   ISSI 176 (-0)   |   JII 579 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1135 (-3)   |   LQ45 890 (-2)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (-3)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (-1)   |   PEFINDO25 295 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Serangan terhadap Jokowi Tidak Masif Lagi

Kamis, 24 Mei 2018 | 15:52 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, isu-isu yang menyerang Presiden Jokowi tidak lagi semasif dulu. Menurut dia, salah satu penyebab utama adalah masyarakat mulai sadar bahwa isu-isu yang menyerang Jokowi umumnya fitnah dan bohong.

“Masyarakat sudah mulai sadar dan melihat sendiri bahwa isu-isu yang menyerang Jokowi, seperti Jokowi anti-Islam, Jokowi komunis, atau isu ekonomi, kebanyakan fitnah dan bohong. Isu-isu itu dibungkus seolah-olah fakta dan masyarakat sudah menyadari itu,” ujar Yunarto.

Kesadaran masyarakat itu tak terlepas dari langkah Jokowi dan jajaran pemerintahannya yang membeberkan data serta fakta yang benar dan cepat untuk mengklarifikasi isu-isu yang berkembang di masyarakat. Langkah itu berdampak positif sehingga masyarakat bisa membedakan data benar dan bohong.

“Langkah ini perlu terus dilakukan pemerintahan Jokowi, sehingga masyarakat memiliki data pembanding dan referensi data dalam menilai isu-isu yang menyerang Jokowi,” katanya. Tak hanya itu, kata Yunarto, penegakan hukum yang tegas juga telah membuat isu-isu yang bernada fitnah dan bohong terhadap Jokowi berkurang.

Ketika aparat hukum masuk dalam wilayah penanganan berita bohong, kata dia, isu-isu yang menyerang Jokowi mulai berkurang. “Hal tersebut juga menunjukkan bahwa umumnya isu yang menyerang Jokowi hanya didasarkan fitnah dan kebohongan belaka,” kata dia.

Dikatakan pula, bersamaan dengan melemahnya isu yang menyerang Jokowi, tren kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah cenderung naik dan mulai stabil di angka 60% ke atas. Menurut dia, tingkat kepuasan ini hanya menurun pada 2015 bahkan ketika itu sempat menyentuh di bawah 50%.

“Namun, mulai 2016 sampai sekarang cenderung naik dan stabil di atas 60%. Ini kemudian memengaruhi elektabilitas Jokowi yang tinggi juga. Jika kinerja ini dipertahankan, maka Jokowi bakal menang lagi di Pilpres 2019. Kecuali ada peristiwa luar biasa atau tsunami politik, seperti yang dialami Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilgub DKI Jakarta,” kata dia.

Perubahan Pola Serangan
Yunarto mengingatkan Jokowi dan timnya terhadap adanya perubahan pola serangan lawan politik. Pada Pilpres 2104, kata dia, pola penyerangan lebih tertuju kepada individu Jokowi, seperti menganggap Jokowi beragama Kristen, keturanan Tionghoa, komunis, dan fitnah lainnya.

“Nah, menghadapi Pilpres 2019, pola serangannya berubah. Tidak lagi menyerang pribadi Jokowi, tetapi menyerang kebijakan Jokowi yang dikaitkan dengan isu politik dan ekonomi tetapi tetap didukung oleh data-data yang tidak benar,” tutur dia.
Yunarto mencontohkan isu komunis yang dikaitkan dengan Tiongkok. Isu komunis ini, kata dia, kemudian dibungkus dengan kebijakan Jokowi yang dinilai seolah-olah berpihak kepada Tiongkok.

“Ujungnya, lawan politik Jokowi akan mengangkat soal kebijakan tenaga kerja asing dengan menggoreng isu komunis dan pro pada Tiongkok yang dibumbui dengan data-data yang sebenarnya tidak benar dan valid. Ini akan menyasar kelompok kelas menengah ke bawah, dan bisa berpengaruh besar jika tidak segera diklarifikasi atau diantisipasi,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bamsoet: Jangan Politisasi THR PNS-Pensiunan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi keputusan Pemerintah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13 kepada PNS dan pensiunan.

POLITIK | 24 Mei 2018

THR untuk PNS dan Pensiunan, Fadli Zon: Motifnya Politik

Fadli Zon menuding ada motif politik dibalik keputusan Pemerintah memberikan Tunjangan Hari Raya dan gaji ke 13 kepada Pegawai Negeri Sipil dan pensiunan.

POLITIK | 24 Mei 2018


Pembahasan RUU Terorisme Mulai Ada Titik Terang

"Ke depan ini kami rasa pembahasan akan lebih mudah karena hanya tinggal membahas pasal-pasal yang berkenaan dengan pencegahan," kata Syafi'i.

POLITIK | 24 Mei 2018

Soal Kedekatan dengan AH, Jokowi: Mesranya Sudah Lama

Menurut Jokowi, kedekatan itu adalah hal yang biasa saja.

POLITIK | 23 Mei 2018

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Unggul Telak dari Sudirman Said

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia Ganjar Pranowo-Taj Yasin jauh mengungguli Sudirman Said-Ida Fauziyah.

POLITIK | 21 Mei 2018

Jokowi Sambut Rencana Pertemuan SBY-Prabowo

Jokowi menyambut rencana pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

POLITIK | 23 Mei 2018

Dilaporkan ke DKPP, Ketua Bawaslu Hormati Langkah PSI

Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu rawan digugat atau dilaporkan ke DKPP.

POLITIK | 23 Mei 2018

Gerindra: Pertemuan Prabowo dan SBY Penting untuk Indonesia

Pertemuan Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono penting untuk membicarakan masalah-masalah negeri ini.

POLITIK | 23 Mei 2018

Dedi Mulyadi Janjikan Pekerja Informal Dapat Asuransi

Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk menggulirkan program asuransi bagi para pekerja informal di Jawa Barat.

POLITIK | 23 Mei 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS