Ini Tanggapan Hasto soal Survei Jokowi dan Pengangkatan Ngabalin
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Tanggapan Hasto soal Survei Jokowi dan Pengangkatan Ngabalin

Kamis, 24 Mei 2018 | 15:54 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta - Menurut survei Charta Politika, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sedikit menurun dan elektabilitas Prabowo Subianto naik.‎ Namun, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto menilai hasil survei itu justru semakin menegaskan besarnya dukungan rakyat kepada Presiden Jokowi.

Menurut Hasto, sebenarnya tidak ada penurunan elektabilitas Jokowi. Sebab survei Charta Politik dilakukan setelah penetapan Partai Gerindra terhadap Prabowo sebagai calon presiden. Artinya, tentu saja hasil survei akan berbeda ketika Jokowi dihadapkan dengan Prabowo ketika belum ditetapkan sebagai capres Gerindra, dan setelah ditetapkan.

"Jadi istilah tepatnya bukan Jokowi turun tetapi berubah angkanya karena figur Prabowo sekarang resmi menantang," kata Hasto, Kamis (24/5).

Dan kata Hasto, fakta menariknya adalah Jokowi masih dipilih mayoritas rakyat Indonesia. Survei itu menunjukkan bahwa Jokowi masih di atas 50 persen. "Dari survei itu pun menunjukkan kuatnya rakyat mendukung Jokowi," kata dia.

Kata Hasto, isu agama memang menjadi sebuah isu yang patut diwaspadai menyangkut elektabilitas Jokowi. Karena itu, bisa dipahami bila Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi staf kepresidenan untuk bisa ikut memikirkan solusinya.

Namun sebenarnya, kata Hasto, bukan hanya itu alasan pengangkatan Ngabalin. Sebab Ngabalin juga merepresentasikan luar Jawa dan pengalaman panjangnya di DPR sebagai legislator.

Bicara pengalaman ketika Ngabalin masih menjadi anggota DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB), kata Hasto, punya hubungan baik dengan PDIP.

"Waktu dia di PBB, Pak Yusril (Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra) pernah jadi anggota kabinet Bu Mega juga. Di situ Pak Yusril juga menampilkan sosok kepemimpinanya karena kemampuan tata negara dan ilmu pemerintahannya," ulas Hasto.

‎Ketika Hasto ditanya pendapat dia soal isu ekonomi yang bisa menggerus elektabilitas Jokowi, Hasto mengatakan bahwa itu memang ada benarnya. Namun bukan berarti harus diangkat pula staf khusus atau juru bicara khusus mengenai itu. Bagi pihaknya, sebenarnya para menteri terkait isu itu yang harus menjadi juru bicara keberhasilan Pemerintah.

"Ihwal pemerintahan bisa dijelaskan menteri terkait. Termasuk soal ekonomi. Bisa dijelaskan bahwa di awal pemerintahan keseimbangan primer negatif. Namun dalam keterbatasan ruang gerak, hasil kerja Jokowi nyata. Cuma masalahnya kita hadapi pertumbuhan ekonomi global yang menurun," jelasnya.

"Menurut kami jubir ini kan lebih mengakselerasi dan mengaktualisasi seluruh kebijakan pemerintah. Namun pada dasarnya menteri bisa bertindak sebagai jubir."




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Serangan terhadap Jokowi Tidak Masif Lagi

Ada perubahan pola serangan terhadap Jokowi jelang Pilpres 2019. Serangan lebih kepada kebijakan dengan data-data yang dimanipulasi.

POLITIK | 24 Mei 2018

Bamsoet: Jangan Politisasi THR PNS-Pensiunan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi keputusan Pemerintah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13 kepada PNS dan pensiunan.

POLITIK | 24 Mei 2018

THR untuk PNS dan Pensiunan, Fadli Zon: Motifnya Politik

Fadli Zon menuding ada motif politik dibalik keputusan Pemerintah memberikan Tunjangan Hari Raya dan gaji ke 13 kepada Pegawai Negeri Sipil dan pensiunan.

POLITIK | 24 Mei 2018


Pembahasan RUU Terorisme Mulai Ada Titik Terang

"Ke depan ini kami rasa pembahasan akan lebih mudah karena hanya tinggal membahas pasal-pasal yang berkenaan dengan pencegahan," kata Syafi'i.

POLITIK | 24 Mei 2018

Soal Kedekatan dengan AH, Jokowi: Mesranya Sudah Lama

Menurut Jokowi, kedekatan itu adalah hal yang biasa saja.

POLITIK | 23 Mei 2018

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Unggul Telak dari Sudirman Said

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia Ganjar Pranowo-Taj Yasin jauh mengungguli Sudirman Said-Ida Fauziyah.

POLITIK | 21 Mei 2018

Jokowi Sambut Rencana Pertemuan SBY-Prabowo

Jokowi menyambut rencana pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

POLITIK | 23 Mei 2018

Dilaporkan ke DKPP, Ketua Bawaslu Hormati Langkah PSI

Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu rawan digugat atau dilaporkan ke DKPP.

POLITIK | 23 Mei 2018

Gerindra: Pertemuan Prabowo dan SBY Penting untuk Indonesia

Pertemuan Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono penting untuk membicarakan masalah-masalah negeri ini.

POLITIK | 23 Mei 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS