KPU: Angka 0 Tidak Pengaruhi Hasil Perhitungan Suara Pilpres

KPU: Angka 0 Tidak Pengaruhi Hasil Perhitungan Suara Pilpres
Anggota KPU RI Hasyim Asy'ari ( Foto: Beritasatu Tv )
Yustinus Paat / YUD Rabu, 26 September 2018 | 22:11 WIB

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari, mengungkapkan bahwa penambahan angka 0 di depan nomor urut capres-cawapres peserta Pemilu 2019 tidak mempengaruhi teknis penghitungan suara. Pasalnya, penghitungan suara Pemilu 2019 dilakukan secara manual.

"Angka 0 di depan nomor urut masing-masing capres-cawapres sama sekali tidak berpengaruh dengan penghitungan suara karena penghitungan suara Pemilu 2019 dilakukan secara manual," ujar Hasyim melalui keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Rabu (26/9).

Jika sudah dihitung secara manual, kata Hasyim, hasil hitung dalam Formulir C1 dipindai dan diunggah ke situs KPU. Pada saat perhitungan suara, wajib dilakukan secara terbuka (ditulis dalam Formulir C1 Plano) dan semua pihak bisa mendokumentasikannya.

"Pada saat penghitungan suara wajib terbuka disaksikan para saksi, pemantau dan warga masyarakat. Semua pihak dapat mendokumentasikan hasil hitung di TPS dalam Form C1 Plano dgn cara mencatat dan memfoto," jelas dia.

Lebih lanjut, Hasyim mengatakan jika terjadi kesalahan dalam penghitungan dapat dikoreksi pada saat itu juga atau pada saat rekapitulasi.

"Bila terdapat kesalahan dalam penghitungan dapat dilakukan koreksi saat itu juga atau dapat dikoreksi pada proses rekapitulasi oleh penyelenggara pada tingkat di atasnya seperti PPK, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi dan KPU RI," pungkas dia.

Sebelumnya, Komisioner KPU, Viryan, mengatakan rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu serentak 2019 akan didahului dengan penghitungan suara untuk capres-cawapres. Kemudian disusul oleh penghitungan suara DPR RI sampai DPRD tingkat kabupaten/kota.

"Nanti yang akan dihitung hasil pemungutan suara untuk capres-cawapres dulu. Kemudian baru hasil pemungutan suara untuk pemilihan calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan yang terakhir DPRD tingkat kabupaten/kota," kata Viryan.

KPU bisa memastikan jika angka 0 yang ada di depan nomor 1 dan nomor 2 untuk pasangan capres-cawapres tidak akan mempengaruhi teknis serta hasil penghitungan suara. Pemberian angka 0 sudah merupakan kesepakatan antara masing-masing pasangan capres-cawapres.

"Tujuannya, agar dapat membedakan dengan nomor urut parpol peserta Pemilu 2019. Itu sudah menjadi kesepakatan," ungkap dia.