Ma'ruf: Seruan Moral Tak Cukup, Harus Ada Tindakan Tegas pada Hoax

Ma'ruf: Seruan Moral Tak Cukup, Harus Ada Tindakan Tegas pada Hoax
KH Ma'ruf Amin saat berbicara di hadapan para tokoh masyarakat hingga kepala daerah di wilayah Tapanuli Utara, Jumat, 5 Oktober 2018. ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / WBP Sabtu, 6 Oktober 2018 | 14:18 WIB

Balige - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menilai, seruan moral saja tak cukup untuk menghentikan perilaku menyebarkan hoax, khususnya lewat media sosial. Penegakan hukum yang tegas harus dilakukan agar hoax yang memecah belah bangsa bisa dihentikan.

"Ternyata seruan secara moral itu tidak cukup. Karena itu perlu ada langkah-langkah menjeratkan," kata kiai Ma'ruf, di Balige, Sabtu (6/10).

Dia mengatakan, hoax sudah merajalela padahal pemilu presiden (pilpres) masih tahun depan. "Saya kira perlu ada tindakan yang lebih mengarahkan hukuman penjara. Kalau tidak jera, bisa mengganggu stabilitas dan keamanan menganggu keutuhan bangsa," kata dia.

Menurut Ma'ruf, orang seenaknya membuat gaduh, sehingga penanganannya harus diserahkan kepada aparat yang berwenang. "Kalau tidak ditindak, nanti semakin merajalela. Orang tidak takut. Kalau ada tindakan (tegas) biasanya bisa jera. Jadi tidak cukup diimbau secara moral," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf juga berharap masyarakat lebih cerdas mewaspadai isu yang bisa memecah belah bangsa. Karena itu, berbeda pilihan, baik di pemilu legislatif maupun pemilu presiden, jangan sampai memecah persatuan antaranak bangsa.

"Keutuhan bangsa lebih baik diutamakan. Pilpres dan pileg itu kan hanya lima tahun. Tapi keutuhan bangsa itu harus kita jaga sepanjang masa," kata Ma'ruf.

Menurut dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa hoax tak boleh dilakukan.



Sumber: BeritaSatu.com