Kesalahan Besar, Samakan Prabowo-Sandi dengan Jenderal Sudirman dan Hatta

Kesalahan Besar, Samakan Prabowo-Sandi dengan Jenderal Sudirman dan Hatta
Prabowo Subianto (kanan) dan Sandiaga Uno. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / AO Kamis, 25 Oktober 2018 | 21:58 WIB

Jakarta - Menyamakan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dengan pahlawan nasional Jenderal Sudirman dan Mohammad Hatta merupakan suatu kesalahan besar. Kepala Kantor Rumah Aspirasi Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Maruf), Deddy Sitorus menyayangkan hal itu.

Deddy mengatakan, Soekarno, Bung Hatta, dan Jenderal Sudirman merupakan tokoh besar Indonesia. Mereka dibesarkan oleh ide-ide otentik, pertarungan ideologi, dan fisik. Ditegaskan, ketiganya adalah pendiri bangsa yang bertindak sebagai pejuang pemikir sekaligus pemikir pejuang dan merupakan inspirasi rakyat Indonesia.

“Tempat mereka (Bung Karno, Hatta, dan Jenderal Sudirman) dan sosok mereka dalam sejarah adalah sumber inspirasi bagi Indonesia. Mereka bertransformasi dari masa penjajahan hingga menjadi pribadi-pribadi terbaik bagi negeri ini,” ujar Deddy dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (25/10).

Calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara tersebut mengatakan, upaya tim Prabowo-Sandiaga menyamakan calon mereka itu dengan Jenderal Sudirman dan Hatta merupakan bentuk pelecehan atas sejarah bangsa.

“Dengan lancang, salah satu kubu yang bertarung di pilpres ini melecehkan memori kolektif bangsa. Sama sekali tidak pantas. Upaya mereka ini adalah wujud kegagalan bernalar yang parah, klaim palsu yang tak memiliki dasar etis dan historis,” ujarnya. Ia menambahkan, sebuah kewajaran jika cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta, menjadi marah.

Gustika tentu tidak menerima jika kakeknya disamakan dengan Sandiaga, demi kepentingan politik. Dikatakan, kemarahan cucu Bung Hatta kepada tim Prabowo-Sandiaga bisa mewakili pandangan mayoritas masyarakat Indonesia.

“Bung Karno, Bung Hatta, dan Jenderal Sudirman adalah nasionalis yang direkam dalam setiap langkah perjuangan. Sementara, Prabowo dan Sandiaga adalah sebenar-benarnya kapitalis yang mencoba bersalin wajah politisi prorakyat kecil,” ujar Wakil Direktur Relawan Jokowi-Maruf tersebut.

Ia menambahkan, kubu Prabowo-Sandiaga telah gagal menemukan otentitas diri, baik terkait rekam jejak maupun visi untuk dipersembahkan kepada rakyat Indonesia. Akhirnya, mereka melakukan propaganda murahan hingga mencocokkan diri dengan sosok pendiri bangsa.



Sumber: BeritaSatu.com