Gerindra Tagih Janji, SBY Angkat Bicara
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Gerindra Tagih Janji, SBY Angkat Bicara

Jumat, 16 November 2018 | 11:44 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / YS

Jakarta - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) seperti menagih janji Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sekretaris Jenderal (sekjen) Gerindra Ahmad Muzani menyebut, SBY pernah berjanji akan mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Namun, komitmen SBY tersebut dianggap Muzani belum terealisasi hingga sekarang. SBY pun akhirnya angkat bicara melalui akun Twitternya @SBYudhoyono. SBY awalnya enggan menanggapi sindiran Muzani, namun akhirnya buka suara. Sebab, SBY menilai tudingan Muzani terkesan negatif.

"Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik dan terus digoreng, terpaksa saya respons *SBY*," cuit SBY pada Kamis (15/11) dikutip, Jumat (16/11).

Diketahui, PD merupakan salah satu partai koalisi pengusung Prabowo-Sandi pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. SBY berharap agar tidak ada ungkapan menuding.

"Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg "sembrono", justru merugikan *SBY*," lanjut SBY dalam cuitannya.

Presiden Keenam RI tersebut menjelaskan, ia pernah menjadi calon presiden (capres) pada 2004 dan 2009. "Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung utk kampanyekan saya *SBY*," tulis SBY.

Menurutnya, sosok capres sebenarnya paling menentukan dalam kampanye Pilpres. Capres sepatutnya mempunyai narasi dan gaya kampanye yang tepat.

"Dlm pilpres, yang paling menentukan "Capres-nya". Capres adalah "super star". Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat *SBY*," demikian SBY.

Rakyat, masih kata SBY, sangat ingin mendengarkan konsep capres. Solusi, kebijakan dan program yang akan dijalankan untuk Indonesia lima tahun ke depan.

"Kalau "jabaran visi-misi" itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi *SBY*," singgung SBY.

SBY juga menekankan bahwa setiap partai yang tidak mengusung kader dalam Pilpres, cenderung mengampanyekan partai masing-masing.

"Terakhir, saya pikir tak ada satu pun partai politik (yang tak punya capres dalam pemilu serentak ini) yang tak utamakan partainya *SBY*. Kalau Partai Demokrat yang terus diributin, para kader Demokrat tak perlu gusar & kecil hati. Go on. Kita tak pernah ganggu partai lain *SBY*," tutup SBY.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Tolak Pilkada Langsung, DPR Dinilai Sesat Cara Pikir

Politik biaya tinggi terjadi karena partai-partai politik menetapkan “uang perahu”.

POLITIK | 16 November 2018

PPP Muktamar Jakarta Segera Tentukan Arah Dukungan Pilpres

Arah dukungan pada Pilpres akan ditentukan setelah Mukernas selesai digelar pada Jumat (16/11) hari ini.

POLITIK | 16 November 2018

KPU: Terdapat Penambahan Jumlah Pemilih dan TPS di 28 Provinsi

Berdasarkan data dari 28 provinsi, jumlah pemilih total bertambah sebanyak 4.499.868 pemilih.

POLITIK | 16 November 2018

Istilah Politik Genderuwo Hangatkan Kembali Suasana Politik

Direktur Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyayangkan ungkapan presiden dengan istilah politikus Genderuwo.

NASIONAL | 15 November 2018

Jokowi Diminta Tetap Tenang Hadapi Serangan Lawan

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) diminta tetap‎ menjaga konsistensinya yang terkenal dengan politik santun, tenang, dan tidak nyinyir.

NASIONAL | 15 November 2018

Koalisi Pendukung Capres Harus Miliki Strategi Raup Suara Partainya

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan bahwa masyarakat kini sudah makin cerdas untuk memilih partai yang kredibel maupun tidak

NASIONAL | 15 November 2018

Sikap Demokrat Dinilai Tak Lazim dalam Perjuangan Politik

Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai, sikap yang ditunjukkan oleh Partai Demokrat tidak lazim dalam suatu perjuangan politik

NASIONAL | 15 November 2018

Publik Hanya Tahu Jokowi Terasosiasi PDI-P, Prabowo itu Gerindra

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) lebih diuntungkan dalam Pemilu Legislatif (Pileg)

NASIONAL | 15 November 2018

Kiai Ma'ruf: Bukan Buta Mata tapi Buta Hati

Di acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, kembali bicara soal buta dan budek

NASIONAL | 14 November 2018

Komisi II DPR Konsentrasi Kawal Proses Pemilu 2019

Pelaksanaan pemilu serentak dinilai membutuhkan perhatian yang serius.

POLITIK | 15 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS