Di Hadapan Para Danrem dan Dandim, Mendagri Beberkan Waktu Krusial di Pemilu 2019

Di Hadapan Para Danrem dan Dandim, Mendagri Beberkan Waktu Krusial di Pemilu 2019
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, saat memberikan sambutan di depan Komandan Resor Militer (Danrem) dan Komandan Kodim (Kodim) seluruh Indonesia di Bandung, 27 November 2018. ( Foto: Puspen Kemdagri )
Jaja Suteja/PR / JAS Selasa, 27 November 2018 | 20:33 WIB

Bandung - Di hadapan seluruh Komandan Resor Militer (Danrem) dan Komandan Kodim (Kodim) seluruh Indonesia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membeberkan situasi terkini jelang Pemilu Serentak 2019. Menurut Tjahjo, saat pemungutan itulah sebenarnya situasi paling krusial pada Pemilu 2019 mendatang.

“Bukan tentang hal lainnya, saat pemungutan suara itulah situasi paling krusial pada Pemilu serentak tahun 2019 mendatang,” kata Tjahjo di Pussenif Kodiklat Bandung pada Selasa, (27/11), dalam keterangan pers yang dirilis Puspen Kementerian Dalam Negeri.

Tjahjo melanjutkan, saat pemungutan suara, apabila dihitung satu orang pemilih masuk TPS, membuka setiap lembar dari lima surat suara lembaran sampai dengan mencoblos hingga keluar TPS total memakan waktu bisa sampai sekitar 11 menit.

“Waktu 11 menit yang dipergunakan seorang pemilih itu tidaklah mudah, karena mereka dituntut untuk dapat memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPD RI sampai dengan DPR RI serta pasangan Capres dan cawapres”, jelas Tjahjo.

“Hal ini tentunya sangat sulit dan memusingkan pemilih, jika tidak disosialisasikan secara masif,” tukas Tjahjo.

Tjahjo berharap nantinya masyarakat dapat lebih tenang dan cermat dalam memilih. “Masyarakat harus dapat tenang dan cermat dalam memilih. Masa depan negara tergantung pada 11 menit waktu yang disisihkan oleh masyarakat datang ke TPS,” ujarnya.

"Waktu 11 menit tersebut adalah waktu keseluruhan yang dibutuhkan selama di TPS, bukan di dalam bilik suara," ungkap Tjahjo.

Dalam pelaksanaan nantinya, Tjahjo berharap adanya sinergi yang baik dalam hal pengamanan TPS seperti halnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Seperti halnya Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang lalu kita tempatkan TNI, Polri dan Satpol PP pada setiap TPS untuk memastikan keamanan dan kondusivitas TPS tersebut. Kami berharap sinergi ini akan konsisten dan berkembang khususnya untuk Pemilu 2019 mendatang,” paparnya.

"Kami sangat respek dengan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) tegak lurus mengawal proses demokrasi yg konstitusional," kata Tjahjo lagi.

"Para Danrem dan Dandim adalah unit satuan TNI yg selalu bersama masyarakat kita harapkan bersama aparat lainnya mendukung penyelenggara pemilu melakukan cipta kondisi yang aman, tertib, dan damai serta membantu menyosialisasikan pemilu untuk meningkatkan partipasi aktif masyarakat dalam mengawal pemilu yang aman dan damai," tutup Tjahjo.



Sumber: BeritaSatu.com