Prabowo Disebut Tidak Pernah Benci Wartawan

Prabowo Disebut Tidak Pernah Benci Wartawan
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) dan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. ( Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao )
Hotman Siregar / YUD Rabu, 5 Desember 2018 | 21:06 WIB

Jakarta -  Partai Gerindra menganggap kritikan terhadap media yang disampaikan calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sangat wajar terjadi. Gerindra menganggap bahwa media kerap tidak bersikap objektif saat menginformasikan apa yang disampaikan oleh Prabowo kepada publik. Bahkan dalam beberapa kasus, pernyataan Prabowo kerap dikemas bertolak belakang dari maksudnya.

Namun menurut Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, Prabowo tidak pernah marah atau benci dengan wartawan yang berada di lapangan atau ikut dalam liputan kegiatannya. Prabowo marah terhadap pemilik media yang saat ini lebih sebagai partisan politik daripada menjadi rujukan informasi bagi masyarakat.

"Pak Prabowo itu tidak menyalahkan para jurnalis dan wartawan di lapangan yang telah melaksanakan tugasnya, tetapi pak prabowo mengkritik para petinggi dan pemilik media yang memang terkesan sebagai partisan politik," ujar Ahmad Muzani dalam keterangannya, 5 Desember 2018.

Tak hanya itu, Muzani juga menilai ada upaya dari pihak tertentu yang mempengaruhi media arus utama untuk tidak bersikap objektif saat memberitakan kegiatan Prabowo Subianto.

"Ada beberapa peristiwa ya. Pertama pidato Pak Prabowo soal Profesor fisika, ini dipelintir. Soal Ojol, ini dipelintir. Bahkan soal dukungan Prabowo ke Palestina juga dianggap pro Israel, Jelas ini ada yang bermain," tutur Muzani.

Puncak kekesalan Prabowo lanjut Muzani adalah ketika sejumlah media televisi tidak secara proporsional memberitakan acara Reuni 212.

"Ketika acara yang sangat besar dan menjadi salah satu sejarah berkumpulnya umat Islam Indonesia malah tidak ditayangkan. Malah kebanyakan dari media menyoroti pasca reuni. Ada soal sampahnya, ada soal ditunggangi kelompok politik tertentu. Ini kan bahayanya. Masyarakat tidak dapat informasi yang benar," terang Muzani.

Padahal lanjut Muzani, sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi, media seharusnya bersikap objektif dan berkewajiban memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

"Masyarakat punya hak untuk mendapat informasi yang benar. Apalagi, media tv itu kan menggunakan frekuensi publik yang seharusnya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia dengan pemberitaan yang objektif dan bukan untuk kepentingan sekelompok orang saja," ucap Muzani.

Karenanya, Muzani menganggap kritik Prabowo terhadap media merupakan hal yang wajar.

"Jadi menurut saya wajar jika Pak Prabowo menyampaikan kritiknya kepada pemilik media dan para pimpinan media. Tapi, jangan tersinggung kalau Pak Prabowo menyampaikan hal tersebut jika kalian memberitakan secara objektif pada masa pemilu ini. Yang tersinggung itu cuma mereka yang tidak objektif," pungkas Muzani.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE