Ma'ruf: Jika Cawapres Boleh Dua, Jokowi Tunjuk Muhammadiyah

Ma'ruf: Jika Cawapres Boleh Dua, Jokowi Tunjuk Muhammadiyah
Ma'ruf Amin. ( Foto: Beritasatu / Markus Junianto Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / HA Jumat, 7 Desember 2018 | 01:50 WIB

Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menjawab tudingan bahwa Presiden Joko Widodo menganakemaskan Nahdatul Ulama (NU) dan menganaktirikan organisasi keislaman lainnya termasuk Muhammadiyah.

Jawabannya itu merespons pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (6/12). Di aksi reuni 212 kemarin, ada sejumlah peserta yang menyampaikan kekecewaan soal Presiden Jokowi yang menganakemaskan NU itu.

Menurut Ma'ruf, Jokowi adalah sosok pemimpin yang merangkul semua kalangan dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Sebagai contoh, bahkan di haul Muhammadiyah terakhir, Jokowi hadir.

"Tapi kalau misalnya soal cawapres, kan ada satu. Kebetulan, beliau mungkin pilih saya bukan karena NU-nya. Mungkin beliau nyaman mengambil saya. Kebetulan saja saya dari NU," kata Ma'ruf.

"Kalau cawapres bisa dua orang, mungkin ada juga yang dari Muhammadiyah. Kalau saya dipilih, bukan berarti kepentingannya NU. Lebih mungkin pendekatannya personal saja," bebernya lagi.

Kalau ukuran merangkulnya adalah perhatian, lanjut Ma'ruf, Presiden Jokowi juga merangkul semuanya. Dari Muhammadiyah, Tarbiyah, hingga Mathlaul Anwar.

"Jadi menurut saya beliau (Jokowi) bersama dengan umat Islam. Tak ada diskriminasi lah. Kalau menurut saya pribadi, mungkin karena saya ketua umum MUI, Pak Jokowi mengambil ini supaya bisa merangkul semua ormas Islam," ujar Ma'ruf.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE