Kisruh DPT karena Kemdagri dan KPU Enggan Bertemu

Kisruh DPT karena Kemdagri dan KPU Enggan Bertemu
Ilustrasi pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih. ( Foto: Antara )
Robert Wardy / YS Jumat, 7 Desember 2018 | 16:03 WIB

Jakarta - Pengamat Pemilu Ray Rangkuti mengemukakan, kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena antara Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan KPU tidak mau ketemu. Kedua lembaga itu saling ngotot mau benar sendiri dan mengedepankan ego institusi.

"Soalnya sederhana, yaitu KPU dan Kemdagri tidak mau ketemu. Kalau mereka bisa ketemu, bahas bersama, buka datanya, cari solusinya maka selesai barang itu," kata Ray di Jakarta, Jumat (7/12).

Ia menjelaskan, masalah data kependudukan adalah tugas Kemdagri sehari-hari. Mereka punya Dukcapil yang tersebar di seluruh wilayah negara ini. Tiap tahun mereka melakukan update dan pemutakhiran data.

"KPU perlu melirik data dari Kemdagri itu. Jangan diabaikan. Kalau Kemdagri bilang masih ada 31 juta data bermasalah, ya diperhatikan masukan itu," jelas Ray.

Menurutnya, dari segi teknologi dan akselerasi data kependudukan, Kemdagri memiliki yang lebih baik. Adapun KPU, kemampuan teknologi untuk pemutakhiran data dan tenaga yang mengerjakan masih terbatas. Karena tidak salah jika KPU memakai data Kemdagri itu sebagai pembanding atau data mentah.

"Sekarang kan, KPU terkesan ogah-ogahan dengan data dari Kemdagri. Ya kalau begitu pasti kisruh terus," tutup Ray yang juga Direktur Lingkar Masyarakat Madani Indonesia ini.

 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE