Sasbuzz: Jokowi-Ma'ruf Mendominasi Perbincangan di Medsos

Sasbuzz: Jokowi-Ma'ruf Mendominasi Perbincangan di Medsos
Ilustrasi pilpres yang damai ( Foto: Antara/Fanny Octavianus )
/ YS Jumat, 7 Desember 2018 | 16:33 WIB

Jakarta - Pasangan Nomor Urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mendominasi kepopuleran atau paling banyak diperbincangkan di semua lini media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook, maupun Instagram.

Hal itu dikatakan pakar media sosial sekaligus pendiri PT Sasbuzz Teknologi Internasional Rizal Panji Islami dalam keterangan tertulis yang diterima SP  di Jakarta, Jumat (7/12).

Ia memaparkan, berdasarkan rekaman aktivitas akun riil media sosial melalui mesin Sasbuzz pada 29 September-6 Desember 2018, yaitu pertama, indeks popularitas paslon Jokowi-Maruf di Twitter, Facebook, dan Instragram sangat tinggi dan mendominasi.

"Jokowi-Maruf mendominasi pembicaraan hingga 60% dibandingkan dengan paslon Prabowo-Sandi yang hanya 40%,” kata Rizal.

Dominasi Jokowi atas Prabowo dalam aktivitas media sosial yang dipaparkan oleh Sasbuzz itu selaras dengan angka survei LSI Denny JA yang mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 53,2% pada November 2018, sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi 31,2%.

Adapun, mesin Sasbuzz memiliki validitas tinggi, di mana hanya akun riil yang direkam mesin ini dan menyingkirkan aktivitas akun robot.

Kedua, mesin Sasbuzz memantau pada pekan ini terjadi peningkatan jumlah pembicaraan 0,45%. Peningkatan secara signifikan terjadi di Provinsi Jawa Barat dan Lampung.

"Terjadi lonjakan pembicaraan tentang Prabowo pada tanggal 2 Desember 2018 kemarin, tetapi masih tidak mampu melebihi total pembicaraan tentang Jokowi, dan berangsur-angsur turun kembali sampai dengan hari ini," kata Rizal.

Ketiga, jumlah pembicaraan harian terbesar dipegang oleh Jokowi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Prabowo dan dua cawapres.

“Jumlah pembicaraan tentang Jokowi selama seminggu ini rata-rata 12.000-13.000 per hari, sementara untuk Prabowo ada di kisaran 5.000-6.000 per hari. Untuk pembicaraan kedua wakil presiden, total pembicaraan keduanya sangat minim, yaitu di bawah 5.000 per hari,” jelasnya.

Keempat, dari sisi nada atau sentimen pembicaraan netizen, setiap calon rata-rata memiliki tone positif 75%-80% di mata netizen.

“Artinya, kampanye positif masih sangat mendominasi daripada kampanye negatif dari kedua kubu,” terangnya.

Kelima, dari sisi konteks pembicaraan, dalam minggu ini, 10 konteks paling banyak dibicarakan netizen tentang Jokowi adalah seputar kinerja atau portofolio yang dilakukan oleh Jokowi seperti pemerintahan, pembangunan, infrastruktur, keislaman Jokowi yang cenderung positif.

“Hal ini juga bisa disimpulkan, banyaknya pembicaraan Jokowi tentang capaian pemerintahan dan pembangunan, karena didukung oleh aktivitas media sosial resmi Lembaga atau kementerian, tidak hanya partai atau kantung relawan saja,” tuturnya.

Pada sisi konteks pembicaraan terkait Prabowo, 10 konteks paling banyak dibicarakan netizen tentang Prabowo banyak membicarakan seputar relasi kampanye emak-emak dengan Prabowo dan reuni 212. Hanya saja, tone sentimennya bercampur dengan sentimen negatif. Misalkan dalam konteks TV lokal, menerapkan sistem diktator, dan lainnya.

Di sisi Ma'ruf Amin, konteks pembicaraan yang mendominasi, yaitu seputar Islam, NU, dan ulama, dengan sentimen konteks positif.

Terkait Sandiaga Uno, konteks pembicaraan minggu ini juga masih terkait Reuni 212, penjualan saham Sandiaga, dan juga pemberitaan Sandiaga tentang jurus Nabi Yusuf.



Sumber: PR
CLOSE