TKN Optimistis Raih Suara di Basis Kubu Prabowo

TKN Optimistis Raih Suara di Basis Kubu Prabowo
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno kembali menyerukan kampanye damai.
Yustinus Paat / WM Jumat, 14 Desember 2018 | 15:13 WIB

 

Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johny G Plate mengatakan bahwa pihaknya bakal meraih suara di basis-basis Prabowo Subianto di Pemilu Presiden 2019. Menurut Johny, TKN dan palson telah melakukan berbagai cara dan strategi menggaet suara di basis Prabowo dan hasil sudah signifikan.

"Sebenarnya realistis jika masing-masing tim kampanye berupaya merebut suara di basis lawan dan kita sudah lakukan dengan hasil yang cukup signifikan," ujar Johny, di Jakarta, Jumat (14/12).

Salah satu strategi yang dilakukan TKN dan paslon, kata Johny, adalah melakukan penetrasi dengan kampanye mikro, spesifik, dan langsung ke komunitas-komunitas masyarakat. Menurut dia, kampanye mikro tersebut lebih memberikan dampak elektoral dibanding dengan kampanye makro dengan mendatangkan massa yang banyak.

"Kalau kampanye mikro kan kita langsung tahu dan kemungkinan 90% akan menjatuhkan pilihannya untuk Jokowi-Ma'ruf. Sementara kampanye makro, pasti banyak yang hadir, tetapi belum tentu semuanya pilih Jokowi-Ma'ruf, bisa saja ada yang pilih Prabowo atau ada yang belum menentukan pilihan," jelas dia.

Menurut Johny, kampanye mikro ini sudah dilakukan cawapres 01 KH Ma'ruf Amin dengan berkeliling di seluruh Jawa khususnya Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Dia menilai apa yang dilakukan Kiai Ma'ruf sudah menunjukkan hasil yang signifikan.

"Maka kita optimis bisa menang di basis Prabowo seperti Jabar dan Banten dengan tetap mempertahankan basis massa kita seperti di Jateng dan Jatim," ungkap dia.

Langkah Jokowi-Ma'ruf, lanjut Johny, sekarang terasa lebih mudah dibandingkan Pilpres 2014 lalu. Pasalnya, formasi koalisi yang sudah berbeda dengan Pilpres 2014 di mana saat itu koalisi Prabowo-Hatta Rajasa jauh lebih banyak dibandingkan koalisi Jokowi-Jusuf Kalla.

"Suara partai juga tentunya berkontribusi dengan pemenangan capres-cawapres di Pemilu 2019. Jika semua mesin partai bergerak dari pusat sampai daerah, maka otomatis Jokowi-Ma'ruf menang besar," tutur dia.

Kemudahan lain, kata Johny adalah banyak kepala daerah yang dimenangkan oleh koalisi Jokowi-Ma'ruf. Meskipun, koalisi di Pilkada tidak linear dengan koalisi Pilpres, namun rata-rata kepala daerah yang menang berasal partai koalisi Jokowi-Ma'ruf.

"Kepala daerah ini juga penting karena selain berkuasa, dia juga mempunyai basis masaa yang jelas dan konkrit," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com