Pasuruan Dilintasi Tol, Misbakhun Berterima Kasih ke Jokowi

Pasuruan Dilintasi Tol, Misbakhun Berterima Kasih ke Jokowi
Presiden Joko Widodo meninjau ruas jalan Trans Jawa di Interchange Bandar kilometer 671, Jombang, Jawa Timur, 20 Desember 2018. (Foto: Antara / Puspa Perwitasari)
Markus Junianto Sihaloho / HA Sabtu, 22 Desember 2018 | 02:51 WIB

Jakarta - Anggota DPR Mukhamad Misbakhun menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah meresmikan empat ruas tol Trans Jawa Seksi Jawa Timur, Kamis (20/12). Legislator Golkar itu menuturkan, pembangunan infrastruktur selama empat tahun ini telah membuat kota kelahirannya, Pasuruan terhubung dengan daerah lain melalui tol.

“Selama empat tahun pemerintahan Presiden Jokowi telah sukses menyelesaikan pembangunan jalan tol dan tersambungnya Jakarta-Surabaya sepanjang 760 kilometer. Infrastruktur jalan tol ini tentu memiliki manfaat karena lebih memudahkan, lebih murah, lebih cepat dan masyarakat memiliki alternatif,” ujarnya di Jakarta, Jumat (21/12).

Sebelumnya Presiden Jokowi meresmikan empat ruas tol Trans Jawa yang terdiri dari Tol Ngawi-Kertosono (segmen Wilangan-Kertosono sepanjang 37,9 KM), Jombang-Mojokerto (Seksi Bandar-Kertosono 0,9 KM), Porong-Gempol (6,3 KM) dan Gempol-Pasuruan (Seksi Pasuruan-Grati 13,65 KM). Peresmiannya dipusatkan di KM 671, batas antara ruas Ngawi-Wilangan, Kamis (20/12).

Menurut Anggota Komisi XI DPR dapil Pasuruan-Probolinggo itu, capaian Presiden Jokowi di bidang infrastruktur merupakan fakta yang tak bisa disangkal. Dia menuturkan, tol Trans Jawa yang direncanakan pada era Presiden Soeharto sempat tertunda realisasinya gara-gara krisis moneter 1998.

“Pada 1998, Indonesia didera krisis moneter yang memporakporandakan berbagai aspek ekonomi di tanah air. Proyek jalan tol ini menjadi salah satu yang terkena imbasnya hingga akhirnya mangkrak,” kata mantan PNS di Direktorat Jenderal Pajak itu.

Namun, kata Misbakhun menegaskan, Presiden Jokowi langsung menunjukkan keseriusannya menuntaskan Tol Trans Jawa yang sempat tertunda. Bahkan, ruas tol Pasuruan - Probolinggo (Paspro) akan diuji coba untuk libur Natal dan tahun baru (Nataru) selama periode 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Ketua Departemen Pengawasan Pembangunan DPP Partai Golkar itu meyakini Tol Paspro dan Gempol-Grati yang terkoneksi dengan ruas lainnya akan mendongkrak perekonomian Pasuruan dan Probolinggo. “Roda ekonomi akan berjalan, investasi akan masuk ke Pasuruan, ada Kawasan Industri Pasuruan, sehingga bakal menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Misbakhun menambahkan, adanya tol juga akan memangkas biaya logistik. “Negara-negara maju yang ekonominya baik juga karena infrastrukturnya baik,” tegasnya.

Lebih lanjut Misbakhun mengharapkan Tol Paspro yang meliputi persimpangan jalur menuju Banyuwangi dan Malang juga akan berefek pada daerah tujuan wisata kondang di Pasuruan dan Probolinggo. Di antaranya adalah Gunung Bromo, Bhakti Alam Nongkojajar, Taman Safari Prigen, Tretes dan destinasi wisata lainnya.

“Selesainya jalan tol ini akan multiplier effect terhadap perekonomian, terutama untuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Sebab, integrasi antara jalan tol dengan kawasan-kawasan tersebut sangat penting,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com