Kalangan Mahasiswa Diajak Awasi Proses Pemilu

Kalangan Mahasiswa Diajak Awasi Proses Pemilu
Ilustrasi pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih. ( Foto: Antara )
/ FER Sabtu, 29 Desember 2018 | 16:59 WIB

Palu - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengajak kalangan mahasiswa dan pemilih pemula ikut terlibat mengawasi setiap proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Awasi pelaksanaan pemilu, karena kualitas pemilu hanya ditentukan oleh dua indikator, yaitu proses dan hasil," ucap Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, di Palu, Sabtu (29/12).

Bawaslu, sebut Ratna, mengajak mahasiswa dan pemilih pemula untuk mengawasi indikator proses, mulai dari berbagai tahapan yang telah di tetapkan lewat ketentuan perundangan. Tahapan itu antara lain pemuktahiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih, sampai nanti pada tahapan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

"Tahapan-tahapan itu didesain ada maknanya. Karena itu, mahasiswa dan pemilih pemula perlu memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih," kata Ratna.

Kemudian, lanjut dia, mahasiswa danpemilih pemula perlu memastikan keluarga, sahabat dan orang-orang terdekatnya terdaftar sebagai pemilih di suatu lingkungan sosial.

"Itu perlu dilakukan karena merupakan bagian dari sumbangan kita untuk memastikan bahwa teman, sahabat, keluarga dan orang-orang terdekat masuk dalam daftar pemilih," kata mantan Ketua Bawaslu Sulawesi Tengah itu.

Hal ini penting dilakukan dan diawasi, karena kata dia, syarat untuk memilih di tempat pemungutan suara ialah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT.

Ia menerangkan, dalam DPT itu sendiri masih menuai banyak problem antara lain pemilih ganda, orang yang belum memenuhi kriteria sebagai pemilih namun terdaftar.

"Ini sudah kita lewati tahapannya, jumlah pemilih 190 juta lebih, dan mereka akan menggunakan hak pilihnya yang tersebar di kurang lebih 805.074 tempat pemungutan suara," ucap dia.



Sumber: ANTARA