BPN Prabowo-Sandiaga Pasrah Perubahan Visi dan Misi Ditolak KPU

BPN Prabowo-Sandiaga Pasrah Perubahan Visi dan Misi Ditolak KPU
Dahnil Anzar Simanjuntak. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 11 Januari 2019 | 15:43 WIB

Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzhar Simanjuntak tidak mempersoalkan penolakan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap Dokumen Perubahan Visi-Misi Prabowo-Sandi. Yang terpenting, kata Dahnil, visi-misi Prabowo-Sandi bisa dipahami masyarakat.

"Tidak apa-apa (ditolak KPU). Visi misi kami tujukan untuk rakyat bukan untuk KPU," kata Dahnil saat dihubungi, Jumat (11/1).

Dahnil menjelaskan perubahan visi-misi tersebut merupakan penyempurnaan dari dokumen visi dan misi yang sudah diserahkan BPN sebelumnya ke KPU pada tahapan pendaftaran pasangan calon. "Kami menyempurnakan visi misi agar mudah dipahami rakyat dan untuk kepentingan rakyat," tandas dia.

Dia mengaku aneh dengan sikap KPU yang sebelumnya menyebutkan perubahan visi dan misi paslon tidak ada batasannya. Meskipun saat itu, KPU mengimbau agar perubahan visi-misi sebelum masa debat capres-cawapres.

"Nah itu dia, sebelumnya menyebut tak ada batas, sekarang ditolak, ya wes, monggo saja," tutur dia.

Senada dengan itu, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengatakan perubahan visi dan misi Prabowo-Sandi merupakan penegasan dari visi dan misi yang ada dan pemihakan Prabowo-Sandi kepada rakyat. "Penjabaran visi dan misi itu sebenarnya juga penegasan kami dan pemihakan kami kepada rakyat, ditujukan kepada rakyat dan untuk kepentingan rakyat," kata Priyo.

Dia juga menghormati sikap KPU yang menolak menerima dokumen perubahan visi-misi Prabowo-Sandi. Namun, dia mengingatkan KPU tidak membatasi pihaknya untuk menjabarkan visi dan misi kepada rakyat di masa kampanye.

"Prinsipnya kami patuh pada aturan. Tapi kan KPU juga tidak membatasi adanya penjabaran-penjabaran visi, misi, dan program dalam kampanye," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE