Perubahan Visi dan Misi Prabowo-Sandi, TKN: Bukan Revisi, tetapi Ganti Total

Perubahan Visi dan Misi Prabowo-Sandi, TKN: Bukan Revisi, tetapi Ganti Total
Tubagus Ace Hasan Syadzily ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 11 Januari 2019 | 16:23 WIB

Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengungkapkan bahwa perubahan visi misi Prabowo-Sandi sangat signifikan. Menurut Ace, perubahan tersebut bukan sekedar revisi atau semata polesan gincu untuk eyecatching, seperti yang disampaikan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzhar Simanjuntak.

"Dahnil anggap publik bisa ditipu dengan kemasan kardus berisi visi dan misi dengan tampilan estetika baru. Polesan kemasan tidak akan bisa menutupi substansi yang ditampilkan," ujar Ace dalam keterangannya, Jumat (11/1).

Setelah pihaknya mencermati kata demi kata yang tertulis dalam visi misi baru Prabowo-Sandi, kata Ace, ternyata hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar 7,98 persen yang persis sama dengan visi dan misi lama. Sisanya, kata dia, merupakan agenda aksi baru dan penyuntingan bahasa.

"Yang paling penting untuk diketahui publik, 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74 persen adalah agenda aksi yang baru sama sekali. Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih," jelas dia.

Menurut Ace, satu hal yang menarik adalah banyak agenda aksi baru yang menjiplak visi dan misi paslon 01 Jokowi-KH Ma'ruf dan menawarkan agenda aksi yang sudah dijalankan Jokowi. Misalnya: Mengubah Paradigma Sehat menjadi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang mana program ini sudah dijalankan Jokowi dalam empat tahun terakhir dan termuat dalam visi dan misi paslon 01.

"Saya banyak menemukan agenda aksi yang dihapus dalam visi dan misi baru. Agenda aksi yang dihapus, misalnya soal outsourcing, mencegah defisit BPJS, menghapus memastikan ketersedian obat di fasilitas pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun di Puskesmas dan banyak lagi yang lain. Ini artinya paslon 02 menarik janji-janjinya yang bombastis karena mereka juga tidak siap dengan gagasan yang ditawarkan," terang dia.

Bahkan, lanjut Ace, dalam dokumen baru, tim BPN menghapus rumusan Trisakti dengan menghilangkan kalimat "berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya". Menurut dia, hal ini cukup fundamental.

"Jadi salah besar narasi yang dibangun oleh timses paslon 02 bahwa mereka hanya memoles gincu estetika dan sekedar revisi. Yang mereka lakukan adalah merombak total visi dan misi lama dengan cara menjiplak," ungkap dia.

Ace menilai orisinalitas visi dan misi sangat penting. Pasalnya, visi misi menunjukkan tulus seseorang untuk memimpin karena itu visi dan misi harus menjadi niat awal.

"Jangan jadikan visi dan misi semata rangkaian kata dan kalimat yang disusun atau dirombak dengan mudah hanya sebagai taktik memenangkan pemilu," pungkas dia



Sumber: BeritaSatu.com