Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 54,3 Persen, Prabowo 35,1 Persen

Survei Alvara: Elektabilitas Jokowi 54,3 Persen, Prabowo 35,1 Persen
Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat memaparkan hasil survei di Hotel Oria, Menteng, Jakarta, Minggu (26/8). ( Foto: Beritasatu.com / Yustinus Paat )
Robertus Wardi / HA Jumat, 11 Januari 2019 | 18:13 WIB

Jakarta - Kurang dari 100 hari pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres), elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin masih unggul di atas pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Hasil survei dari Alvara Research Center (ARC) memperlihatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,3 persen, sementara Prabowo-Sandi hanya 35,1 persen.

"Selisih cukup tinggi mencapai 19,2 persen. Yang belum menentukan pilihan (undecided voters) tinggal 10,6 persen," kata CEO sekaligus pendiri ARC Hasanuddin Ali dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (11/1).

Ia menjelaskan survei dilakukan tanggal 11–24 Desember 2018 dengan wawancara langsung responden. Metode survei adalah multi-stage random dengan 1.200 responden. Sampel diambil di seluruh 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 2,88 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurutnya, trend elektabilitas dari waktu ke waktu elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengalami perubahan yang signifikan. Keduanya naik tipis dengan jumlah pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) yang menurun.

“Jika dibandingkan dengan survei-survei sebelumya, naik turunnya selisih (gap) elektabilitas diantara kedua pasangan calon cenderung tidak berubah. Selalu berada di bawah margin error," tuturnya.

Dia menegaskan saat ini pemilih sudah makin mengkristal menentukan pilihannya. Di Jawa dan Sulawesi misalnya, pemilih yang belum memutuskan lebih dari 10 persen. Angka yang sudah semakin tipis itu menuntut kerja keras timses masing-masing kandidat untuk mempertahankan dan memperbesar angka elektabilitas.

Sementara wilayah lain di mana semakin sedikit pemilih yang belum memutuskan, timses masing-masing calon harus benar-benar dapat mempertahankan elektabilitas yang sudah didapatkan, ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE