KPU Imbau Paslon Hindari Kasus Spesifik saat Debat

KPU Imbau Paslon Hindari Kasus Spesifik saat Debat
Komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowi ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 11 Januari 2019 | 19:02 WIB

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengimbau calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) tidak membahas atau mempertanyakan kasus per kasus atau kasus spesifik saat debat. Apalagi, jika kasus tersebut terkait dengan calon tertentu. Pasalnya, hal tersebut bisa memicu polemik dan kontroversi yang pada akhirnya mengaburkan makna debat sebagai bentuk kampanye.

"Saya kira itu sudah menjadi kesepahaman bersama bahwa pertanyaan yang sifatnya tertutup antar pasangan calon itu dihindari pertanyaan yang terlalu mikro, singkatan-singkatan, atau membahas kasus per kasus," ujar Pramono di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (11/1).

Pramono kembali menegaskan bahwa debat sebagaimana dipahami UU Nomor 7 Tahun 2017 tentan Pemilu adalah salah satu metode kampanye. Sementara kampanye adalah penyampaian visi, misi dan program pasangan calon. Tujuan debat tercapai jika masing-masing paslon bisa menyampaikan visi-misi dan programnya.

"Jadi tujuan itu bisa tercapai jika paslon bisa menyampaikan gagasan-gagasan visi misi yang secara utuh yang mendalam, bukan menyangkut kasus-kasus yang terlalu mikro yang malah itu bisa menimbulkan kontroversi," tandas dia.

KPU, kata Pramono, akan mengingatkan paslon dan timsesnya bahwa tujuan utama debat adalah menyampaikan visi, misi dan program. Debat harus dijadikan ajang untuk memperlihatkan, menggali dan mempertajam gagasan, ide dan program paslon dalam mengatasi masalah dan membangun Indonesia mendatang.

"Tujuan kita, melakukan debat kandidat ini kan sekali lagi untuk bagaimana menggali, memperdalam, mempertajam, masing-masing gagasan yang disampaikan oleh pasangan calon. Jadi kita jangan terjebak kasus-kasus ini selalu ada kaitannya dengan calon tertentu," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE