Debat Ma'ruf Amin vs Sandiaga Dinilai Lebih Menarik

Debat Ma'ruf Amin vs Sandiaga Dinilai Lebih Menarik
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pengundian media penyelenggara debat calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 di Lantai 2, Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarat, Rabu, 26 Desember 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yeremia Sukoyo / FER Jumat, 11 Januari 2019 | 21:27 WIB

Jakarta - Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menilai, dalam debat kandidat, masyarakat akan lebih menanti debat Cawapres ketimbang debat Capres. Alasannya, di Pilpres 2019, pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Di Pilpres 2019 nanti, pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014," kata Said Salahudin, Jumat (11/1).

Menurutnya, sebagai salah satu metode kampanye, debat capres-cawapres akan cukup efektif untuk mempengaruhi pilihan Pemilih. Apa yang menjadi visi dan misi pasangan calon akan dinilai oleh Pemilih. Aspek rasionalitas program, argumentasi, gestur, gaya berdebat, dan penggunaan bahasa biasanya akan menjadi pertimbangan utama Pemilih.

"Tetapi, kondisi itu lazimnya terjadi pada penyelenggaraan Pilpres yang kemampuan pesertanya dalam berdebat belum pernah disaksikan oleh Pemilih," ungkapnya.

Namun, efek debat capres diprediksi tidak akan berpengaruh banyak terhadap pilihan pemilik suara. Kalau pun ada pengaruhnya, terbesar akan datang dari kelompok pemilih pemula.

"Pemilih pemula ini kan pada umumnya baru melek politik. Sensasi debat Jokowi versus Prabowo lima tahun yang lalu belum pernah mereka rasakan," ujar Said.

Permasalahannya, jumlah pemilih pemula ini tidak cukup jelas. KPU sempat menyatakan sekitar lima juta orang, sementara sumber KPU lainnya menyebut sekitar 1,2 juta pemilih.

Namun, untuk debat cawapres kondisinya bisa jadi akan berlainan dengan debat capres. Sebab, pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 ini berbeda dengan Pilpres 2014. Baik itu Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat.

Menurutnya, sebagian pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Namun tentunya dengan lawan debat yang berbeda. Kemampuan Ma'ruf dalam berdebat pun bahkan belum pernah dilihat orang.

"Nah, dari sesi debat Ma'ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas dari kedua pasangan calon. Sebab, pemilih pemula, swing voters dan kelompok undecided voters sepertinya masih dapat digoda oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti," ujarnya.

Karena itu dirinya meyakini, debat cawapres tampak lebih berpeluang untuk mengubah pilihan pemilih dibandingkan dengan debat capres. Debat antara Ma'ruf Amin yang sudah berusia sangat senior dan Sandiaga Uno yang jauh lebih junior sangat dinanti publik.



Sumber: Suara Pembaruan