Jelang Debat Perdana

Yusril Diminta Berikan Masukan Masalah Hukum dan HAM

Yusril Diminta Berikan Masukan Masalah Hukum dan HAM
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Yusril mengaku pro kontra internal PBB hal biasa.
Yeremia Sukoyo / FER Jumat, 11 Januari 2019 | 21:36 WIB

Jakarta - Kuasa hukum pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengaku akan ikut memberikan masukan materi debat perdana. Masukan yang diberikan terkait materi debat capres yang berhubungan dengan hukum dan HAM.

"Pak Erik Thohir juga bicara kepada saya, masukan-masukan tentang materi dari debat capres khusus mengenai masalah hukum dan HAM. Tentu saya akan berikan masukan," kata Yusril Ihza Mahendra di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Menurut Yusril, permasalahan hukum dan HAM merupakan salah satu permasalahan penting yang akan diangkat dalam debat. Pasangan Jokowi-Ma'ruf diharapkan dapat memberikan argumentasi terkait upaya penegakan hukum dan HAM di Indonesia.

"Saya pikir itu bagus kalau dilaksanakan, suatu perdebatan gagasan. Apalagi masalah hukum adalah masalah yang sangat penting," ungkap Yusril.

Dirinya mencontohkan, belum adanya satu definisi yang disepakati terkait istilah-istilah tertentu sehingga cukup menggangu upaya penegakan hukum di Indonesia. Seperti istilah atau definisi dari keuangan negara. Hingga saat ini ada 22 definisi keuangan negara yang mengakibatkan masalah di penegakkan hukum.

"Mestinya ada penyeragaman, ada satu definisi sehingga terjamin kepastian hukum dan keadilan," ujar Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga meyakini pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf akan dapat membeberkan dan menjawab sejauh mana upaya penegakan hukum dan HAM kepada masyarakat dalam debat nantinya.



Sumber: Suara Pembaruan