Grace Natalie Ajak Anak Muda Tumbuhkan Politik Akal Sehat

Grace Natalie Ajak Anak Muda Tumbuhkan Politik Akal Sehat
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / WBP Sabtu, 12 Januari 2019 | 10:54 WIB

Bandung - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengajak anak muda untuk terus menumbuhkan politik akal sehat dalam berdemokrasi.

“Demokrasi akan bekerja maksimal ketika orang mempunyai informasi yang lengkap dan benar,” jelas Grace melalui pidato politiknya yang berjudul “Politik Akal Sehat, Politik Kaum Muda” pada acara Festival 11 di Trans Convention Centre, Bandung, Jumat (11/1) malam

Acara dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI.

Grace menambahkan bahwa hoax, fitnah, dan politik kebohongan hanya akan menghasilkan informasi yang bias, asimetris, dan menjauhkan orang dari akal sehat. “Jika akal sehat menjauh, masa depan kita dipastikan bakal suram dan kita anak-anak muda yang akan jatuh menjadi korban pertama,” tandas dia.

Lawan Demagog dan Politisi Busuk
Grace mengajak masyarakat untuk melawan demagog (penghasut demi kekuasaan) dan politisi busuk. Udara kebebasan, kata dia telah dikotori oleh hoax dan suku agama ras dan antargolongan (SARA) akibat politisi yang menyebarkan kebohongan dan prasangka, tanpa malu-malu. “Ada ungkapan jika kita membuka pintu dan jendela, tak hanya udara segar melainkan lalat dan nyamuk juga akan ikut masuk. Itulah yang sedang kita rasakan hari ini," tutur dia.

Grace menyayangkan, mereka (demagog dan politisi busuk) justru berlindung di balik kebebasan berpendapat dan demokrasi. Padahal mereka sama sekali tidak percaya demokrasi. “Kita bersyukur bisa bicara bebas. Dulu pada masa Orde Baru, jangankan memfitnah apalagi menyebar kebencian, menyampaikan kebenaran pun kita bisa dipenjara bahkan diculik. Tapi kini mereka berkampanye akan mengembalikan Indonesia ke Orde Baru. Mereka mengunakan hukum untuk memenjara orang lain dengan tuduhan menista kelompok,” terang dia.

Grace menambahkan beberapa kelompok ada yang ingin membubarkan Indonesia dan menggantinya dengan paham lain yang bertentangan dengan konstitusi dan cita-cita pendiri Republik Indonesia. “Mereka adalah para demagog yang sejatinya tidak pernah percaya bahwa manusia punya hak berbicara, bahwa orang tidak boleh dikurangi haknya dalam berkespresi dan berkeyakinan," pungkas dia.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE