Prabowo Klaim Barang Impor Banjiri Indonesia

Prabowo Klaim Barang Impor Banjiri Indonesia
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (dua kiri) saat mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, 8 Januari 2019. ( Foto: Antara / Mohamad Hamzah )
Yeremia Sukoyo / YUD Senin, 14 Januari 2019 | 20:32 WIB

Jakarta - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengeluhkan banyaknya barang impor yang sangat merugikan masyarakat dan pelaku pasar. Barang-barang impor justru masuk ketika petani mulai panen.

"Tim saya juga baru datang dari Klaten. Itu petani-petani beras bersedih karena saat mereka panen beberapa bulan, lalu banjir beras dari luar negeri. Saya juga baru-baru ini dari Jawa timur di sana banyak petani tunggu yang bersedih karena saat mereka panen, banjir gula dari luar negeri," kata Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaan 'Indonesia Menang' di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1).

Selain banjirnya barang impor, menurut Prabowo, saat ini kaum ibu rumah tangga juga banyak mengeluhkan naiknya harga bahan kebutuhan pokok. Kenaikan harga yang terjadi tidak sebanding dengan impor yang dilakukan.

"Banyak emak-emak kita di mana-mana mengeluh harga-harga sudah tidak terkendali dan tidak terjangkau. Harga telur, harga daging, harga beras sudah sangat berat dirasakan oleh rakyat kita," ungkapnya.

Prabowo juga mengaku heran bagaimana di Indonesia harga gula bisa tiga kali lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran di luar negeri. Kondisi ini yang membuat dirinya berpikir apakah pemerintah tidak bergerak dan berupaya untuk melindungi rakyatnya.

"Bagaimana bisa di republik ini harga gula tiga kali lebih mahal dari harga dunia. Padahal semua bahan bahan pangan yang mampu diproduksi oleh rakyat kita sendiri. Kadang-kadang kita heran apakah ada pemerintah yang seperti sekarang seolah-olah membiarkan rakyatnya sendiri tidak dibela," ujar Prabowo.



Sumber: Suara Pembaruan