Survei Charta Politika: Nasdem Geser Demokrat di Lima Besar Pileg 2019
Logo BeritaSatu

Survei Charta Politika: Nasdem Geser Demokrat di Lima Besar Pileg 2019

Rabu, 16 Januari 2019 | 19:45 WIB
Oleh : Fana Suparman / CAH

Jakarta - Charta Politika merilis survei nasional peta elektoral Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Survei pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 ini dilakukan terhadap sampel 2.000 responden di 34 provinsi dengan metode acak bertingkat multistage random sampling dengan margin of error -+ 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari survei yang dilakukan, partai yang masuk empat besar dalam Pileg 2019 tak jauh berbeda dibanding survei yang dilakukan sebelumnya pada Oktober 2018.

PDIP masih memimpin dengan tingkat keterpilihan 25,2 persen, disusul Partai Gerindra dengan elektabilitas 15,2 persen, Golkar (9 persen) dan PKB (8,1 persen). Untuk urutan kelima terjadi pergeseran. Partai Nasdem diprediksi akan masuk lima besar menggeser Partai Demokrat. Partai Nasdem meraih 5,3 persen sementara Partai Demokrat 4,5 persen.

Elektabilitas Partai Nasdem ini meningkat signifikan dibanding survei pada bulan Oktober lalu. Saat itu, elektabilitas Partai Nasdem berada pada kisaran 3,2 persen.

"Nasdem naik cukup tajam dari 3,2 persen menjadi 5,3 persen. Biasanya lima besar itu PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKB, sekarang Demokrat disalip Nasdem," kata Direkutur Riset Charta Politika Muslimin dalam konferensi pers 'Rilis Survei Nasional, Peta Elektoral Terkini Pileg dan Pilpres 2019' di Jakarta, Rabu (16/1).

Terdapat dua hal yang membuat responden memilih Partai Nasdem, yakni faktor Ketua Umum Partai Nasdem dan program partainya.
"Dua alasan itu kenapa pilih Nasdem," katanya.

Selain enam partai tersebut, terdapat dua partai lainnya yang diprediksi akan melenggang ke Senayan. Kedua partai itu, yakni PPP dengan elektabilitas 4,3, dan PKS 4,2 persen. Sementara dua partai lainnya, yakni Perindo dan PAN yang masing-masing meraih elektabilitas masing-masing 2,7 persen dan 2,6 persen masih berpotensi untuk lolos. Hal ini lantaran terdapat margin of error 2,19 persen.

Sementara ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang ditetapkan untuk Pileg 2019 adalah 4 persen.

Dengan demikian, terdapat tiga partai lama yang terancam tidak lolos ke Senayan, yakni Partai Hanura dengan elektabilitas 0,6 persen, PBB (0,4 persen) dan PKPI (0,1 persen).

"Partai lama yang anjlok ada Hanura, PBB, dan PKPI. Ada tiga parpol lama yang terancam tidak akan lolos ke parlemen," ujarnya.

Meski demikian, partai-partai di luar delapan besar masih berpeluang lolos ke Senayan. Hal ini lantaran masih terdapat 16,2 persen responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab (undecided voter). Untuk itu, partai-partai tersebut sudah seharusnya berupaya menggaet para pemilih yang belum menentukan pilihan.

"Tentunya masih ada 16,2 persen peluang bagi parpol untuk menambah suara, masih ada peluang bagi partai lain. Tapi apakah sebaran 16,2 ini akan merata atau ke salah satu parpol," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Reuni 212 Gagal Dongkrak Elektabilitas Prabowo-Sandi

Prabowo-Sandi harus menciptakan momentum baru untuk mengejar elektabilitas Jokowi-Ma'ruf.

POLITIK | 16 Januari 2019

TKN: Debat Kandidat Jadi Pertarungan Mazhab Politik Putih Jokowi-Ma'ruf

Menurut Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, rekam jejak Jokowi tidak ada berbau kekerasan.

POLITIK | 16 Januari 2019

KPU Sediakan Tempat Pendukung Paslon di Luar Arena Debat

Masing-masing pasangan capres-cawapres diberi hak untuk menghadirkan 100 orang pendukung.

POLITIK | 16 Januari 2019

Jamaah Dipersulit Biometrik, Patuhi akan Hentikan Perjalanan Umrah

Patuhi akan hentikan perjalanan umrah.

NASIONAL | 16 Januari 2019

Soal Debat Pilpres, Jokowi: Kalau Ditanya ya Dijawab

Terkait persiapan cawapres Ma'ruf Amin, Jokowi mengatakan Ma'ruf sudah terbiasa menghadapi pertanyaan.

POLITIK | 16 Januari 2019

KH Ma'ruf Berencana Pakai Sarung saat Debat Pilpres

Secara umum, Kiai Ma'ruf mengaku dirinya tentu menyiapkan diri jelang pelaksanaan debat.

POLITIK | 16 Januari 2019

Ancam Pidanakan Jokowi, Amien Rais Dinilai "Mabuk"

"Seharusnya makin dewasa seseorang makin luaslah kebijaksanaannya."

POLITIK | 16 Januari 2019

Ma'ruf Amin: Jokowi Pantas Dapat Kesempatan 1 Periode Lagi untuk Tuntaskan Kasus HAM

"Harus ada periode kedua supaya semua persoalan bisa selesai," kata Ma'ruf.

POLITIK | 16 Januari 2019

Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Alami Stagnasi

Waktu kampanye yang panjang menjadi faktor lain yang membuat elektabilitas kedua paslon stagnan.

POLITIK | 16 Januari 2019

Pengamat: Isu Korupsi dan HAM Paling Ditunggu Masyarakat

Masyarakat ingin mengetahui prioritas pemerintah terhadap pemberantasan korupsi.

POLITIK | 16 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS