Jadi Saksi Hidup Tingkah Laku Istri dan Anak Jokowi, Ini Cerita Bupati Banyuwangi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (3)   |   COMPOSITE 5928 (36)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (3)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (10)   |   IDXBUMN20 356 (1)   |   IDXCYCLIC 731 (2)   |   IDXENERGY 739 (7)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (3)   |   IDXG30 132 (1)   |   IDXHEALTH 1286 (0)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (6)   |   IDXINFRA 866 (4)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (10)   |   IDXPROPERT 870 (3)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (1)   |   IDXSMC-LIQ 330 (3)   |   IDXTECHNO 3335 (-0)   |   IDXTRANS 1037 (10)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (2)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (5)   |   JII70 202 (1)   |   KOMPAS100 1121 (7)   |   LQ45 880 (6)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (9)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (4)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (2)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jadi Saksi Hidup Tingkah Laku Istri dan Anak Jokowi, Ini Cerita Bupati Banyuwangi

Senin, 28 Januari 2019 | 13:54 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / AMA

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas memuji sosok Presiden Jokowi dan keluarganya yang memimpin dengan keteladanan. Hal itu dikatakan Anas saat berbicara dalam pidato sambutan di Temu Relawan dan Kader Partai Politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk Pemenangan Pilpres 2019 di Banyuwangi, Senin (28/1).

Anas mengaku sedang mengambil cuti, sehingga bisa bicara di ajang yang dilakukan sebagai bagian dari Safari Kebangsaan VI yang dipimpin Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto.

Dalam kesempatan itu hadir Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris TKN Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, Wahyu Sakti Trenggono, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, Ketua DPC PDI Pejuangn Banyuwangi I Made Cahyana Negara, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Juga hadir semua pimpinan daerah partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja di Banyuwangi, dan perwakilan relawan.

Anas awalnya bercerita bahwa banyak pertanyaan dari masyarakat dan teman-teman di Bondowoso dan Situbondo, kenapa saat debat pertama Jokowi tidak berpanjang kalam. Anas menjawab bahwa sesungguhnya telah banyak yang dikerjakan Jokowi. "Kalau diceritakan semua tidak cukup waktu untuk berdebat kemarin. Pak Jokowi sudah nyata, yang lain baru akan," kata Anas.

Anas mengatakan, sudah banyak pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi. Termasuk tol Banyuwangi, yang diperkirakan akan selesai pada 2020. "Daerah akan maju pesat kalau infrastruktur yang digarap Pak Jokowi segera tuntas," ungkap Anas.

Anas mengatakan, infrastruktur yang dibangun Jokowi itu langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dulu dari Porong, Sidoarjo macet parah. Sekarang sudah ada tol sampai ke Pasuruan yang licin dan mulus. "Kebijakan-kebijakan ini akan terus dirasakan," ungkapnya.

Nah, Anas juga mengakui bahwa Jokowi sepertinya tidak mementingkan dirinya demi kepentingan perjuangan Indonesia. Dia mengungkap putra Jokowi, Kaesang Pangarep, sudah dua kali ke Banyuwangi. Tetapi, tidak pernah merepotkan bupati. Bahkan, diajak ke pendopo bupati saja tidak mau. "Karena ini adalah urusan pribadi, putra Presiden akan berlibur ke Ijen," katanya.

Menurut Anas, putra Presiden hanya naik mobil biasa ke Banyuwangi. Bahkan, tidak mau diinapkan di hotel. Putra Presiden lebih memilih menginap di rumah teman kuliahnya. Paspampres tidak boleh, tapi hanya dari kejauhan. Bahkan, diantar ke pendopo juga tidak mau. Padahal, kata Anas, ayahnya sudah berkuasa. Mau minta apa saja pasti bisa.

"Beliau telah berkuasa, dan keluarga tidak merepotkan infrastruktur kekuasaan untuk keluarganya," katanya.

Iriana

Anas menambahkan, pagi ini baru saja menyambut kehadiran Ibu Negara Iriana Jokowi di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi untuk selanjutnya melakukan kampanye antinarkoba. Iriana tidak mau diagendakan di pendopo bupati. Tidak mau menggunakan fasilitas pemerintah daerah, karena akan bertemu rakyat secara langsung.

Menurut Anas, Ibu Iriana meminta supaya peserta kampanye antinarkoba bukan dari kalangan pelajar SMA. Sebab, pelajar SMA sudah punya hak pilih. Jadi, Ibu Iriana hanya meminta pesertanya dari kalangan pelajar SD dan SMP.

"Beliau tidak mau memanfaatkan fasilitas kekuasaan untuk kemenangan. Ini cerita dan kenyataan yang kami dapatkan. Tentu bukan perkara mudah dihadapi oleh penguasa yang sudah berkuasa," ungkap Anas.

Lebih lanjut mengungkapkan bahwa putra Presiden Jokowi sampai saat ini saja masih menjual martabak dan pisang goreng.

"Bayangkan, putra seorang presiden yang tengah berkuasa sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk meminta apa pun. Tapi, memilih menjual martabak dan pisang goreng. Belum pernah ada contoh teladan dari pemimpin seperti ini dari sejak Indonesia merdeka," ungkapnya.

Anas menambahkan, Presiden Jokowi juga memerintahkan para kepala daerah agar dalam rekrutmen PNS transparan dan akuntabel. Jokowi mewanti-wanti jangan sampai ada korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Salah satunya adalah memerintahkan menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test.

"Jadi ketika anak mengerjakan soal, orang tua di luar sudah bisa melihat hasilnya," kata Anas.

Perintah Presiden Jokowi itu pun dijalankan. Bahkan, kata Anas, dengan sistem ini anak Presiden yang ikut seleksi PNS tidak diterima. Padahal, kalau presiden menggunakan kekuasaannya, maka sudah pasti anaknya lulus.

"Tapi, presiden yang memiliki kekuasaan tidak mau menggunakannya untuk kepentingan keluarganya. Inilah pemimpin bersahaja, dan apa adanya. Beliau memiliki kekuasaan, tapi tidak menggunakan kekuasaan itu urusan (penerimaan) PNS," kata pria kelahiran 6 Agustus 1973 di Banyuwangi, itu.

Dalam sebuah rapat dengan para bupati atau kepala daerah, Anas membeberkan bahwa Jokowi mengingatkan mereka agar jangan bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh, tapi inflasi tinggi. Yang penting, kata Anas, presiden menginginkan ekonomi tumbuh dan bisa dinikmati masyarakat, dan angka inflasi ditekan.

Jokowi juga mencontohkan bagaimana membangun infrastruktur dari pinggiran. Anas mengungkapkan, berdasar sebuah cerita temannya, dulu banyak wisatawan Indonesia berfoto selfie tapi latar belakangnya adalah Malaysia. Namun, dengan pembangunan perbatasan yang sudah dilakukan Jokowi sekarang ini kondisi berbalik.

"Turis Malaysia berfoto selfie dengan latar belakang Indonesia. Karena beliau (Jokowi, red) sudah membangun perbatasan," kata mantan anggota MPR termuda itu.

Anas juga mengungkap bahwa jika presiden bukan Jokowi, maka belum tentu Bandara Blimbingsari Banyuwangi bisa dibuat seperti sekarang ini.

Dia menjelaskan Banyuwangi mendapatkan anggaran dengan skema non-APBN sekitar Rp 300 miliar lebih. Kalau dibahas di DPR, belum tentu bisa selesai dalam empat tahun. Namun untuk daerah yang sedang membutuhkan, Presiden Jokowi memerintahkan BUMN mempercepat pembangunan. Termasuk untuk bandara di Banyuwangi.

"Pak Jokowi memang belum pernah berkunjung ke Banyuwangi. Tapi, dia menegaskan bahwa Jokowi selalu tahu keinginan rakyat Banyuwangi. Kami berterima kasih untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan beliau. Kita butuh pemerintah yang bekerja nyata, memperjuangkan daerah," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Datangi Kantor DPRD Malang, Grace Natalie Sobek “Amplop Coklat Suap”

Ketua Umum PSI Grace Natalie dan jajaran pengurus partai itu melakukan aksi unik di DPRD Malang. Mereka menyobek "amplop korupsi" di depan gedung tersebut.

POLITIK | 28 Januari 2019

Kubu Prabowo-Sandi Ributkan Jan Ethes, Ini Komentar PSI

Tudingan bahwa Jan Ethes dijadikan kampanye juga dibantah oleh Guntur Romli. Menurut dia, hubungan Joko Widodo dan Jan Ethes adalah kemesraan kakek dan cucu.

POLITIK | 28 Januari 2019

TKN: PKS Justru Sering Bawa Anak-anak dalam Kampanye

Tuduhan Hidaya Nur Wahid bahwa Jokowi melanggar kampanye karena melibatkan cucunya, Jan Ethes, dinilai bagaikan menepuk air di dulang memercik muka sendiri.

POLITIK | 28 Januari 2019

Naik Becak, Hasto Bakar Semangat Kader dan Relawan KIK

Hasto memastikan bahwa seluruh parpol yang tergabung dalam KIK bergerak serentak untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

POLITIK | 28 Januari 2019

Dinilai Meresahkan, Bawaslu Hentikan Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah

Tabloid tersebut bukan masuk ranah pelanggaran pemilu karena tidak ada penanggung jawabnya.

POLITIK | 28 Januari 2019

Relawan Targetkan Jokowi-Ma'ruf Menang 70% di Banyuwangi

Tim relawan Jokowi-Ma'ruf Amin yang tergabung Arus Bawah Jokowi memasang target raih 70% suara di Banyuwangi.

POLITIK | 28 Januari 2019

Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

Nama-nama wartawannya tidak terdapat di dewan pers dan isinya berita daur ulang.

POLITIK | 28 Januari 2019

Grace Natalie: Sekecil Apa Pun, Korupsi Tidak Bisa Diterima

Sebagian orang menganggap kecil uang ratusan juta atau miliaran rupiah. Tetapi, bagi rakyat, korupsi sekecil apa pun merupakan bentuk kejahatan.

POLITIK | 28 Januari 2019

Hashim: Prabowo-Sandi Korban Fitnah Tabloid Indonesia Barokah

Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menanggapi penyebaran tabloid Indonesia Barokah.

POLITIK | 27 Januari 2019

Yenny Wahid: Keluarga Jokowi Sangat Dekat dengan NU

Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid menilai warga Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kedekatan baik dengan calon presiden Joko Widodo.

POLITIK | 27 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS