Penyebaran Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam Lewat Tabloid Dinilai Tak Efektif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penyebaran Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam Lewat Tabloid Dinilai Tak Efektif

Senin, 28 Januari 2019 | 14:24 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JEM

Jakarta - Penyebaran materi kampanye negatif dan kampanye hitam berupa fitnah, ujaran kebencian, dan hoaks melalui tabloid atau selebaran tidak efektif memengaruhi pemilih di era teknologi. Hal yang perlu dicermati justru kampanye hitam lewat media sosial (medsos), khususnya aplikasi Whatsapp (WA).

“Kalau ada yang berniat gunakan tabloid sebagai sarana negatif campaign (kampanye negatif) dan black campaign (kampanye hitam), menurut saya rada bodoh. Menggunakan pola pikir lama. Karena tingkat penetrasinya jauh lebih kecil dibanding WA yang biayanya jauh lebih murah. Walaupun mudah terlacak,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, Senin (28/1).

Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 sempat beredar tabloid “Obor Rakyat” yang berisi informasi hoaks. Ketika itu, Yunarto menuturkan, pemilih memang terpengaruh dengan konten yang disampaikan “Obor Rakyat”. “Dulu Obor Rakyat jelas kampanye hitam. Sangat pengaruhi pemilih. Kenapa? Karena budaya membaca masyarakat kita sangat rendah,” ujarnya.

Ditambahkan, publik cenderung lebih menyukai hal-hal bombastis, termasuk hanya membaca judul. Akhirnya, kampanye hitam oleh “Obor Rakyat” begitu efektif. Hanya saja, Yunarto menyatakan, kondisi sekarang jauh berbeda dengan lima tahun lalu. “Informasi melalui WA yang sering disebut sebagai dark social, dalam dunia kampanye digital yang lebih efektif ketimbang tabloid,” imbuhnya.

Dijelaskan, hampir 50% pemilih telah mempunyai telepon genggam. Berikutnya, sekitar 60-70% memakai ponsel pintar yang otomatis memasang medsos. Kemudian, kurang lebih 90% pengguna internet menggunakan WA. Artinya, penetrasi internet luar biasa, tidak hanya di kota, bahkan sampai ke desa.

Diungkapkan, suatu asumsi lama jika masyarakat desa belum menggunakan internet. Pasalnya, harga ponsel pintar cukup terjangkau, ada yang hanya Rp300 ribu. “WA jadi pilihan utama. Itu yang terjadi dengan Brasil. Keberhasilan Jair Bolsorano terpilih sebagai presiden betul-betul dibangun faktor hoaks dan WA itu. Bukan selebaran atau tabloid,” ungkapnya.

Fanatisme

Pemilih yang memercayai informasi “Obor Rakyat” pada Pilpres 2014, kecil kemungkinan berbalik mendukung calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi). Sebab, pertarungan Jokowi dan capres 02 Prabowo Subianto selama lima tahun seakan-akan tak pernah berhenti. “Tidak punya jeda istirahat. Pertarungannya tingkat emosional,” kata Yunarto.

Ia menjelaskan, apabila diuji dengan survei, maka kemantapan pilihan kepada masing-masing kubu sudah menyentuh hampir 80%. Dikatakan, terdapat kecenderungan fanatisme buta pada pemilih Jokowi dan Prabowo. Pelung mengubah pilihan tetap terbuka, tetapi secara realistis tidak signifikan.

Dengan fanatisme tinggi itu, menurut Yunarto, biasanya pemilih mengabaikan informasi yang dianggap tidak sesuai dengan pilihannya. Setiap kubu sekarang hanya menerima informasi yang menjustifikasi pilihannya. Pemilih 02 hanya menerima hal-hal buruk terkait Jokowi, dan aspek positif dari Prabowo.

“Begitu juga pemilih Pak Jokowi hanya akan menerima hal-hal yang dianggap positif mengenai Pak Jokowi, dan hal-hal buruk menyangkut Pak Prabowo. Suka atau tidak, ini resiko pertarungan emosional, dan kebetulan mengangkat dua orang sama pada lima tahun setelah Pilpres 2014,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Jadi Saksi Hidup Tingkah Laku Istri dan Anak Jokowi, Ini Cerita Bupati Banyuwangi

Bupati Banyuwangi memuji keteladanan Presiden Jokowi, mulai dari kesederhaan keluarga hingga pembangunan yang gencar dijalankan di berbagai daerah.

POLITIK | 28 Januari 2019

Datangi Kantor DPRD Malang, Grace Natalie Sobek “Amplop Coklat Suap”

Ketua Umum PSI Grace Natalie dan jajaran pengurus partai itu melakukan aksi unik di DPRD Malang. Mereka menyobek "amplop korupsi" di depan gedung tersebut.

POLITIK | 28 Januari 2019

Kubu Prabowo-Sandi Ributkan Jan Ethes, Ini Komentar PSI

Tudingan bahwa Jan Ethes dijadikan kampanye juga dibantah oleh Guntur Romli. Menurut dia, hubungan Joko Widodo dan Jan Ethes adalah kemesraan kakek dan cucu.

POLITIK | 28 Januari 2019

TKN: PKS Justru Sering Bawa Anak-anak dalam Kampanye

Tuduhan Hidaya Nur Wahid bahwa Jokowi melanggar kampanye karena melibatkan cucunya, Jan Ethes, dinilai bagaikan menepuk air di dulang memercik muka sendiri.

POLITIK | 28 Januari 2019

Naik Becak, Hasto Bakar Semangat Kader dan Relawan KIK

Hasto memastikan bahwa seluruh parpol yang tergabung dalam KIK bergerak serentak untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

POLITIK | 28 Januari 2019

Dinilai Meresahkan, Bawaslu Hentikan Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah

Tabloid tersebut bukan masuk ranah pelanggaran pemilu karena tidak ada penanggung jawabnya.

POLITIK | 28 Januari 2019

Relawan Targetkan Jokowi-Ma'ruf Menang 70% di Banyuwangi

Tim relawan Jokowi-Ma'ruf Amin yang tergabung Arus Bawah Jokowi memasang target raih 70% suara di Banyuwangi.

POLITIK | 28 Januari 2019

Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

Nama-nama wartawannya tidak terdapat di dewan pers dan isinya berita daur ulang.

POLITIK | 28 Januari 2019

Grace Natalie: Sekecil Apa Pun, Korupsi Tidak Bisa Diterima

Sebagian orang menganggap kecil uang ratusan juta atau miliaran rupiah. Tetapi, bagi rakyat, korupsi sekecil apa pun merupakan bentuk kejahatan.

POLITIK | 28 Januari 2019

Hashim: Prabowo-Sandi Korban Fitnah Tabloid Indonesia Barokah

Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menanggapi penyebaran tabloid Indonesia Barokah.

POLITIK | 27 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS