Kampanye Negatif Wajar, Kampanye Hitam Wajib Dilarang
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-0)   |   COMPOSITE 5970 (-5)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (2)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 472 (-0)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-5)   |   IDXBUMN20 362 (-1)   |   IDXCYCLIC 737 (0)   |   IDXENERGY 740 (1)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-3)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 960 (-1)   |   IDXINFRA 873 (1)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (0)   |   IDXPROPERT 875 (0)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-0)   |   IDXTECHNO 3345 (-4)   |   IDXTRANS 1045 (-2)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-0)   |   ISSI 175 (0)   |   JII 573 (0)   |   JII70 204 (-0)   |   KOMPAS100 1132 (-2)   |   LQ45 888 (-1)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-2)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-0)   |   PEFINDO25 291 (1)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-0)   |   SRI-KEHATI 341 (-0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kampanye Negatif Wajar, Kampanye Hitam Wajib Dilarang

Senin, 28 Januari 2019 | 14:27 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / JAS

Jakarta - Kampanye negatif dan kampanye hitam merupakan dua hal berbeda. Kampanye negatif menghadirkan informasi berupa fakta, data, termasuk rekam jejak terkait kandidat. Sementara kampanye hitam berisi kabar bohong atau hoax, fitnah, ujaran kebencian hingga isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Belakangan ada persepsi, ‘kita harus menghilangkan negative campaign (kampanye negatif)’. Apa yang salah dengan negative campaign? Negara maju kampanyenya malah negative campaign. Baik saat debat maupun kampanye. Saling membuka fakta dan rekam jejak lawan. Di situlah pendidikan politik terjadi,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, Senin (28/1).

Menurutnya, black campaign atau kampanye hitam yang sudah seharusnya dilarang dan dilawan. Kampanye hitam, bahkan dapat dipidana jika dilakukan. Membuka rekam jejak calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto sebagai seorang tentara ketika dipecat disertai alasan, lanjut Yunarto, adalah sesuatu yang sah.

Demikian juga informasi terkait keberhasilan atau kegagalan capres 01 Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat gubernur DKI Jakarta dan wali kota Solo, Jawa Tengah. Ditegaskan Yunarto, hal tersebut bukan suatu persoalan. “Ini yang malah menurut saya harusnya banyak dibuat. Sekali lagi, sebagai sebuah pendidikan politik buat rakyat,” ujarnya.

Jika hanya kampanye santun atau aspek-aspek positif normatif yang diutamakan, menurutnya, itu tak begitu efektif mendidik pemilih. “Menurut saya itu jualan kecap. Semua pasti akan bicara dirinya nomor satu. Jadi, negative campaign dan black campaign enggak bisa disamakan. Obama dan Trump pernah negative campaign, selama ada faktanya,” ucap Yunarto.

Permasalahannya, Yunarto mengatakan, literasi masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Akhirnya, pemilih memiliki kecenderungan menyukai gosip. “Lebih sering menyukai hal-hal yang bombastis. Itu yang sebabkan kampanye hitam sering kali lebih efektif dibanding kampanye negatif,” katanya.

Ia menuturkan, karakter masyarakat Indonesia sebagian besar di antaranya, hanya tertarik membaca judul sebuah informasi. “Kampanye hitam akhirnya lebih efektif. Karena bombastis, pada level judul pun memiliki makna kalau kampanye hitam. Tapi ketika bicara negative campaign, dibaca pada konten sampai level detail. Karena ada data, fakta, informasi akurat,” tuturnya.

Pada bagian lain, ia mengaku telah membaca sekilas tabloid Indonesia Barokah yang diedarkan di masjid-masjid. Menurutnya, tabloid tersebut bukan bentuk kampanye hitam. “Indonesia Barokah tidak bikin (konten) Jokowi PKI, kalau itu kan ngarang, atau Jokowi ayahnya Tionghoa, tidak,” kata Yunarto.

Ia menegaskan, tempat penyebaran tabloid Indonesia Barokah yang justru sangat keliru. “Yang sebenarnya dilanggar, kenapa disebarkan di masjid? Siapapun itu yang membuat, tidak boleh rumah ibadah dijadikan tempat untuk berkampanye, termasuk mengirimkan selebaran-selebaran seperti itu,” tegasnya.

Sejatinya, menurut Yunarto, tabloid maupun selebaran dapat dibuat dan disebarkan oleh tim sukses (timses) maupun pendukung capres. Asalkan, ia mengingatkan, ada pihak yang bertanggung jawab. Diungkapkan, pertarungan ide melalui tabloid merupakan suatu kewajaran, dan jangan justru dinafikan.

“Dengan catatan, ada yang mempertanggungjawabkan. Kalau perlu timses harus berani umumkan, kenapa harus takut? Kalau isinya memang tidak black campaign. Jadi jangan kita melihat setiap selebaran itu bagian dari black campaign. Hal yang terpenting, jangan sampai bermain di rumah ibadah, jangan membawa isu SARA, jangan menggunakan nama fiktif,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Penyebaran Kampanye Negatif dan Kampanye Hitam Lewat Tabloid Dinilai Tak Efektif

Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 sempat beredar tabloid “Obor Rakyat” yang berisi informasi hoaks.

POLITIK | 28 Januari 2019

Jadi Saksi Hidup Tingkah Laku Istri dan Anak Jokowi, Ini Cerita Bupati Banyuwangi

Bupati Banyuwangi memuji keteladanan Presiden Jokowi, mulai dari kesederhaan keluarga hingga pembangunan yang gencar dijalankan di berbagai daerah.

POLITIK | 28 Januari 2019

Datangi Kantor DPRD Malang, Grace Natalie Sobek “Amplop Coklat Suap”

Ketua Umum PSI Grace Natalie dan jajaran pengurus partai itu melakukan aksi unik di DPRD Malang. Mereka menyobek "amplop korupsi" di depan gedung tersebut.

POLITIK | 28 Januari 2019

Kubu Prabowo-Sandi Ributkan Jan Ethes, Ini Komentar PSI

Tudingan bahwa Jan Ethes dijadikan kampanye juga dibantah oleh Guntur Romli. Menurut dia, hubungan Joko Widodo dan Jan Ethes adalah kemesraan kakek dan cucu.

POLITIK | 28 Januari 2019

TKN: PKS Justru Sering Bawa Anak-anak dalam Kampanye

Tuduhan Hidaya Nur Wahid bahwa Jokowi melanggar kampanye karena melibatkan cucunya, Jan Ethes, dinilai bagaikan menepuk air di dulang memercik muka sendiri.

POLITIK | 28 Januari 2019

Naik Becak, Hasto Bakar Semangat Kader dan Relawan KIK

Hasto memastikan bahwa seluruh parpol yang tergabung dalam KIK bergerak serentak untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

POLITIK | 28 Januari 2019

Dinilai Meresahkan, Bawaslu Hentikan Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah

Tabloid tersebut bukan masuk ranah pelanggaran pemilu karena tidak ada penanggung jawabnya.

POLITIK | 28 Januari 2019

Relawan Targetkan Jokowi-Ma'ruf Menang 70% di Banyuwangi

Tim relawan Jokowi-Ma'ruf Amin yang tergabung Arus Bawah Jokowi memasang target raih 70% suara di Banyuwangi.

POLITIK | 28 Januari 2019

Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

Nama-nama wartawannya tidak terdapat di dewan pers dan isinya berita daur ulang.

POLITIK | 28 Januari 2019

Grace Natalie: Sekecil Apa Pun, Korupsi Tidak Bisa Diterima

Sebagian orang menganggap kecil uang ratusan juta atau miliaran rupiah. Tetapi, bagi rakyat, korupsi sekecil apa pun merupakan bentuk kejahatan.

POLITIK | 28 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS