Pengamat: Pengumuman Caleg Koruptor Bentuk Pendidikan Politik

Pengamat: Pengumuman Caleg Koruptor Bentuk Pendidikan Politik
Ilustrasi pemilu. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Rabu, 30 Januari 2019 | 19:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Leo Agustino, mengatakan inisiatif Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merilis nama-nama caleg mantan terpidana kasus korupsi, mantan kasus narkoba, dan kejahatan terhadap anak perlu diapresiasi.

Baginya, hal itu adalah wujud keberpihakan penyelenggara pemilu, terutama KPU, dalam memberikan informasi seluas-luasnya pada pemilih mengenai calon yang akan dipilihnya.

"Ini merupakan bagian dari pendidikan politik bagi warga. Di samping itu, inisiatif tersebut sekaligus langkah sentral dalam membangun demokrasi substansial di Indonesia," kata Leo, Rabu (30/1).

Paling tidak, hal ini sejalan dengan keinginan Capres 01 Jokowi yang mengangkat persoalan ini dalam debat perdana 17 Januari 2019. Dalam debat tersebut seolah-olah ada kerisauan mendalam dari Paslon 01 atas hadirnya para terpindana tersebut.

"Oleh karena itu, saya menyambut positif langkah yang diambil oleh KPU," imbuhnya.

Walau demikian, dia mengaku pesimistis bahwa aturan demikian akan menjamin para caleg mantan terpidana itu tidak akan lolos dan bisa duduk di Senayan. Tetapi paling tidak langkah tersebut sudah menggugah kesadaran pemilih bahwa di antara caleg ada calon-calon terpidana korupsi, narkoba, dan kejahatan terhadap anak, yang secara etika politik maupun etis tidak lagi layak untuk dipilih.

"Ini karena kita berharap mereka yang menjadi wakil rakyat adalah mereka-mereka yang bersih, berintegritas, dan tidak cacat moral. Karena negara ini sangat membutuhkan negarawan yang kompeten untuk membangun Indonesia Raya," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com