KPU Pertimbangkan Caleg Eks Koruptor Tertera di TPS

KPU Pertimbangkan Caleg Eks Koruptor Tertera di TPS
Ilustrasi pemungutan suara. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / YUD Kamis, 31 Januari 2019 | 10:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra mengatakan KPU masih mempertimbangkan akan mengumumkan nama-nama caleg eks koruptor di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurut Ilham, KPU harus mempertimbangkan apakah pengumuman di TPS ini harus diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) atau tidak.

"Kami pertimbangkan apakah akan masuk ke dalam PKPU, karena ini perlu dilegalkan. Sebab, apapun yang kami kerjakan harus ada dasar hukumnya," ungkap Ilham saat ditemui Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (31/1).

Selain caleg eks koruptor, kata Ilham, KPU rencananya akan mengumumkan caleg yang merupakan mantan narapidana kasus lainnya. Ilham mengakui jika masih ada sejumlah caleg yang merupakan mantan narapidana kasus lainnya.

Menurut Ilham, karena jenis tindak pidananya beragam, maka KPU masih akan mengklarifikasi data-data caleg tersebut ke daerah. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengumumkan status hukum para caleg eks narapidana lain itu.

"Kami akan menyusun datanya dulu. Nanti akan kami umumkan dalam waktu dekat. Segera kami umumkan," tutur Ilham.

Secara terpisah, Komisioner KPU yang lain Wahyu Setiawan, menegaskan bahwa KPU tidak akan menandai para caleg eks koruptor di surat suara Pemilu 2019. KPU, kata Wahyu, mengumumkan caleg eks koruptor tersebut di website KPU.

"Kalau di surat suara, tidak akan ditandai. Kami hanya mengumumkan saja. Nanti di laman resmi (website) KPU juga diumumkan," pungkas Wahyu.

Sebagaimana diketahui, KPU telah mengumumkan 40 caleg eks koruptor dan sembilan orang calon anggota DPD eks koruptor pada Rabu (30/1) malam. Dengan demikian, tercatat ada 49 mantan narapidana kasus korupsi yang menjadi peserta Pemilu 2019.



Sumber: BeritaSatu.com