KPU: Tak Mungkin Surat Suara Caleg Eks Koruptor Diberi Tanda Khusus

KPU: Tak Mungkin Surat Suara Caleg Eks Koruptor Diberi Tanda Khusus
Ketua KPU Arif Budiman (tiga kiri), didampingi lima Komisioner KPU (kiri ke kanan), Hasyim Asy’ari, Pramono Ubaid, Ilham Saputra, Wahyu Setiawan, dan Evi Novida Ginting Manik, saat mengumumkan daftar caleg peserta pemilu 2019 dari berbagai partai yang berstatus mantan terpidana korupsi, di media center KPU Pusat, Jakarta, Rabu 30 Januari 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Oktaviana Maria / ANA Jumat, 1 Februari 2019 | 21:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan KPU tidak mungkin memberi tanda khusus di surat suara calon legislatif (caleg) mantan narapidana kasus korupsi. Sebelumnya, KPU telah telah merilis 49 nama caleg eks koruptor.

Arief menjelaskan saat ini surat suara sudah diproduksi sehingga desain untuk memberi tanda khusus tersebut tidak mungkin dilakukan.

"Surat suara itu kan sekarang sudah diproduksi, kan nggak mungkin desainnya diubah dengan diberi tanda. Itu tidak mungkin" ujar Arief.

Arief menambahkan pembuatan surat suara juga sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).

"Kemudian yang berikutnya surat suara itu spesifikasinya juga sudah diatur baik didalam PKPU maupun di dalam Undang-Undang berisi nomor, nama. Kalau DPD itu berisi foto kalau capres-cawapres selain foto paslon ada juga partai pengusung" lanjut Arief.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV