Jokowi Apresiasi Kejujuran Ratna Sarumpaet

Jokowi Apresiasi Kejujuran Ratna Sarumpaet
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
/ WBP Minggu, 3 Februari 2019 | 10:15 WIB

Semarang, Beritasatu.com- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasa beruntung sekaligus mengacungkan jempol kepada aktivis Ratna Sarumpaet karena sudah berani jujur.

"Saya acung jempol pada Mbak Ratna Sarumpaet," kata Jokowi dalam acara "Deklarasi Dukungan Koalisi Alumni Diponegoro" di gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Koalisi ini merupakan gabungan alumni perguruan-perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS) yang ada di Provinsi Jawa Tengah,, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UIN Walisongo, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Tujuh Belas Agustus, Universitas Stikubank, serta alumni SMA/SMK yang ada di Semarang, dan kalangan berpendidikan lainnya.

Para politisi PDIP, seperti Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo mendampingi Jokowi yang hadir bersama sang istri, Iriana Joko Widodo.

Jokowi mengaku kenal lama dengan Ratna Sarumpaet yang disebutnya berani dan jujur. Ketika muncul kabar kontroversi tentang dirinya yang dianiaya, Ratna pun mengaku jujur pada akhirnya.

"Saya kenal Mbak Ratna lama, beliau berani dan jujur waktu terakhir ramai beliau ngomong apa adanya," kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi berpidato di hadapan pendukungnya dan membahas soal penyebaran hoax dan berita bohong yang tak henti-hentinya. "Ada lagi katanya dianiaya, katanya dianiaya mukanya babak belur lalu konferensi pers menuduh kita, untungnya Mbak Ratna Sarumpaet itu jujur," kata Jokowi.

Jokowi mengapresiasi Ratna Sarumpaet atas kejujurannya, tetapi tidak habis pikir terhadap orang-orang yang menyebarkan bahwa kasus tersebut sebagai kasus penganiayaan. "Mbak Ratna Sarumpaet ngomong apa adanya, tetapi yang enggak benar yang ngomong digebukin, dianiaya, itu enggak benar. Maunya apa sih? Maunya menuduh kita, kriminalisasi," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dan pintar dalam mengolah informasi. "Masyarakat kita cerdas-cerdas, masyarakat kita pintar-pintar. Jangan dikira bodoh-bodoh," kata Jokowi.



Sumber: ANTARA