Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Media Arus Utama

Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Media Arus Utama
Ilustrasi pers. ( Foto: Beritasatu.com )
Carlos KY Paath / ALD Minggu, 10 Februari 2019 | 15:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepercayaan masyarakat terhadap media massa arus utama (mainstream) harus segera dipulihkan. Hal ini mengingat media arus utama memiliki peran sangat strategis dalam menangkal dan memerangi hoax yang marak akhir-akhir ini. Langkah awal harus dilakukan pengelola media arus utama sendiri, antara lain memegang teguh komitmen independen, dengan tidak ikut berpolitik atau memihak kekuatan politik tertentu.

Demikian disampaian pakar komunikasi Tjipta Lesmana, saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (10/2). Menurutnya, saat ini ada kecenderungan publik tidak percaya dengan media arus utama lantaran ada pemilik media yang bermain politik. “Saya kira kepercayaan publik turun,” katanya.

Dia mengingatkan, pers semestinya bersikap objektif dan independen dalam setiap pelaksanaan pemilu, dengan tidak memihak kandidat tertentu atau terlibat secara langsung dalam tim pemenangan pasangan capres-cawapres. “Ada sebagian media mainstream di Indonesia yang bermain politik. Padahal, pers harus objektif, tidak boleh terlalu kiblat ke A atau ke B,” ujarnya.

Akibatnya, publik menjadi tidak percaya dan dirugikan. Sebab, keberpihakan tersebut memengaruhi independensi dan objektivitas informasi yang disampaikan.

Tjipta Lesmana menyoroti sikap Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang mengimbau pers agar tetap menjaga netralitas dan martabatnya. Bagi Tjipta, hal itu jangan sekada basa-basi.

Dia tidak menampik turunnya kepercayaan publik terhadap media arus utama juga dipengaruhi maraknya media sosial (medsos). Meski begitu, menurut Tjipta Lesmana, pengaruh medsos tak begitu signifikan sehingga pers harus mampu memainkan peran untuk memerangi hoax.

“Membangkitkan kembali kepercayaan publik terhadap pers itu tidak mudah dalam situasi sekarang ini. Tapi kemungkinan setelah pemilu selesai kepercayaan bisa pulih kembali,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan