Anggaran Bocor 25 Persen, Jokowi: Dari Mana Hitungannya?

Anggaran Bocor 25 Persen, Jokowi: Dari Mana Hitungannya?
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
/ YUD Minggu, 10 Februari 2019 | 20:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mempertanyakan isu yang dilontarkan capres 02 Prabowo Subianto mengenai anggaran pemerintah yang bocor sebesar 25 persen.

"Saya tanya hitungannya dari mana. Jangan buat pernyataan-pernyataan yang membuat masyarakat menjadi resah," kata Jokowi dalam sambutannya saat acara Deklarasi Alumni SMA Jakarta Bersatu di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2).

Jokowi menjelaskan pemerintah mendapat APBN pada 2018 sebesar Rp 2.000 triliun.

Menurut dia, pengelolaan keuangan pemerintah setiap tahunnya selalu mendapat audit dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Dia menegaskan jika ada oknum yang tidak menggunakan anggaran sesuai perencanaan pembangunan maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak segan untuk menangkap.

"Ini mekanisme pemerintah dan perlu saya sampaikan hasil dari pemeriksaan oleh BPK itu sudah 80 persen lebih itu WTP (wajar tanpa pengecualian) kementerian-kementerian dan lembaga itu," tutur Jokowi, menjelaskan status laporan keuangan kementerian dan lembaga.

Selain itu, Jokowi menjelaskan APBN adalah anggaran yang setiap tahunnya mendapat persetujuan dari DPR.

"Sudah setuju semuanya. Begitu juga realisasi pertanggungjawaban. Ada laporan juga yang sudah disetujui oleh semua fraksi yang ada di DPR," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, dalam acara ulang tahun Federasi Serikat Buruh Metal Indonesia, di Jakarta pada Rabu (6/2), Prabowo mengklaim bahwa 25 persen anggaran pemerintah telah bocor karena korupsi.

Dia mengatakan potensi itu berasal dari penggelembungan anggaran pembangunan beberapa proyek infrastruktur.



Sumber: ANTARA