Megawati: Mengapa Orang Ditakut-takuti Pilih Jokowi?

Megawati: Mengapa Orang Ditakut-takuti Pilih Jokowi?
Megawati Soekarnoputri. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Senin, 11 Februari 2019 | 07:48 WIB

Purwokerto, Beritasatu.com-  Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa sejak pemilu pertama tahun 1955 keadaan aman dan damai. Rakyat tertawa dan senang hati saat datang ke tempat pemungutan suara (TPA). Namun dalam Pilpres 2019, Megawati Soekarnoputri melihat ada upaya untuk menakuti-nakuti pemilih datang ke TPS dan memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.

"Pemilu ini kenapa jadi seperti ini, padahal dari sejak pemilu pertama tahun 1955, keadaaanya aman dan damai, rakyatnya tertawa dan senang hati datang ke TPS. Kenapa sekarang orang ditakut-takuti, jangan pilih Jokowi, memangnya kenapa ya Pak Jokowi. Katanya demokrasi, demokrasi apa?" kata Megawati Soekarnoputri saat memberikan amanat kepada sekitar 5.000 kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam acara Jambore Kader Komunitas Juang se- Jawa Tengah di Gor Satria Purwokerto, Banyumas, Minggu (10/2).

Melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Beritasatu.com, Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa penyebaran hoax menjadi penyebab keadaan bangsa Indonesia menjadi seperti saat ini. Ujaran kebencian terus disebar untuk menjatuhkan Jokowi yang telah bekerja dan berupaya membangun Indonesia.

"Aneh sekali sekarang ini. Kenapa hanya mencari seorang presiden, rakyat ini ditebarkan kebencian, hoax segala. Hanya untuk memenangkan (pilpres, Red), menyebarkan hoax. Pertanyaan sebaliknya saya, kalau kalian dibegitukan kayak apa ya rasanya. Tidak ada sopan santun lagi, tidak ada saling bergotong royong, padahal Pancasila sama dengan gotong royong, dan Pancasila bukan dibuat oleh Bung Karno, tetapi digali dari kultur Indonesia. Wis kalah, ya kalah wae tho yo," ucap Megawati Soekarnoputri.

Megawati Soekarnoputri pun meminta agar para penyebar hoax kebencian agar segera sadar dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan selama ini.

"Hai anak muda yang menyebar kebencian, kalau benar kamu bertanggung jawab dan kesatria datang ke sini, ngomong, nanti Ibu jawab. Jangan main medsos menyembunyikan diri diri kamu, yang hanya keluar adalah kebencian, yang belum tentu kamu pun mengalami kebencian seperti itu, dapat juga kamu merasakan betapa sakitnya," jelasnya.

Megawati Soekarnoputri juga mengancam kadernya jika ikut-ikutan menjadi penyebar hoax. Kader seperti itu harus segera angkat kaki dan keluar dari PDI Perjuangan. PDI Perjuangan tidak membutuhkan kader yang meyebarkan kebencian yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

"Sekarang (banyak, Red) anak muda pintar bermain siber.Banyak yang pintar, tetapi tidak punya sopan santun dan etika. Di sini jangan ada yang seperti itu. Kalau di sini ada, segera keluar, tidak ada (penyebar hoax) di PDI Perjuangan. Harus bertanggung jawab, berani kamu menyebarkan kebencian, sini!" tegas Megawati Soekarnoputri.



Sumber: BeritaSatu.com