Erick Thohir: 7 Lembaga Survei Nyatakan Jokowi-Ma'ruf Unggul

Erick Thohir: 7 Lembaga Survei Nyatakan Jokowi-Ma'ruf Unggul
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat acara “Ngobrol Bareng dengan Erick Thohir” bersama Relawan Kita Satu. ( Foto: Ist )
Hendro D Situmorang / JAS Senin, 11 Februari 2019 | 08:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menanggapi klaim Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso yang menyebut bahwa elektabilitas atau hasil survei kubu Paslon 02 sudah mampu melewati Paslon 01.

Erick mengatakan klaim sepihak terutama tanpa melibatkan lembaga independen sebaiknya dihentikan kubu Prabowo-Sandi. Ia menegaskan tidak perlu memutarbalikkan fakta dan mengumbar kebohongan tanpa dasar karena menurutnya hasil jejak pendapat dari tujuh lembaga survei jelas menyatakan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Amin lebih unggul ketimbang Prabowo-Sandiaga.

"Jika bicara hasil survei elektabilitas, lebih baik diserahkan kepada lembaga survei independen yang memang spesialis melakukan hal tersebut. Berdasarkan info terkini, dan semua bisa cek, dari tujuh lembaga survei independen yang ada di Indonesia, hasilnya jelas-jelas menyatakan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul rata-rata 20 persen daripada kompetitornya, pasangan calon 02," ujar Erick pada keterangannya di Jakarta, Minggu (10/2).

Adapun tujuh lembaga survei itu, yakni LSI Denny JA, Populi Center, Charta Politika, Indikator Politik, Y-Publika, SMRC, dan Median.

Menurut LSI Denny JA, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin berada di angka 54,8 persen. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga hanya mendapat 31,0 persen. Masih ada 14,2 persen suara yang belum memutuskan atau tidak memberikan jawaban. Data tersebut diperoleh dari 1.200 responden di 34 provinsi pada akhir Januari.

Hasil serupa juga terdapat melalui survei Populi Center yang dilakukan pada 20-27 Januari 2019. Dengan menggunakan metode wawancara tatap muka di 34 provinsi, Populi Center mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul 54,1 persen dibandingkan Prabowo-Sandi yang hanya memperoleh angka 31 persen.

Sementara itu, Charta Politika dalam survei yang dilakukan pada 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 53,2 persen, dan Prabowo-Sandiaga mendapat 34,1 persen. Sebanyak 12,7 persen responden lainnya memilih belum atau tidak memberikan jawaban.

Survei yang dilakukan Charta Politika menggunakan 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan cara wawancara tatap muka langsung dan kuesioner terstruktur. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Indikator Politik pada survei pada 16-26 Desember 2018 menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 34,8 persen. Dari empat lembaga survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terlihat masih terpaut cukup jauh lantaran berada di atas 50 persen, sementara Prabowo-Sandiaga hanya berada di bawah 35 persen.

Sedangkan tiga lembaga survei lainnya juga menyatakan hasil sama, yakni elektabilitas Jokowi-Ma'ruf lebih unggul dari Prabowo-Sandi. Lembaga Y-Publica menyatakan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan, 53,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat 31,9 persen.

Survei Median menunjukkan Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 47,9 persen suara dan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen. Terakhir, Saiful Munjani Research & Consulting (SMRC). Jokowi-Ma'ruf memperoleh 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga, 29,8 persen.

"Jika mendengar ada pihak yang mengklaim lebih unggul survei, atau apapun, maka sebaiknya cek ke lembaga independen yang punya metode dan cara khusus melakukan jejak pendapat elektabilitas sehingga kita tidak mendapat informasi yang salah," tutup Erick.



CLOSE